Setop Hukuman Lucu-lucuan! Rompi dan Peti Pelanggar PSBB Bisa Tularkan Corona

Setop Hukuman Lucu-lucuan! Rompi dan Peti Pelanggar PSBB Bisa Tularkan Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 04 Sep 2020 20:00 WIB
Warga yang bandel tak pakai masker diberi sanksi dengan dimasukkan ke dalam peti mati di Kalisari, Jakarta Timur, Kamis (3/9/2020).
Pelanggar PSBB dihukum masuk peti mati (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Hukuman masuk peti mati bagi pelanggar PSBB di Jakarta dinilai tidak efektif, malah berisiko memunculkan klaster baru. Peti mati yang tidak didisinfeksi dan digunakan bergantian bisa menularkan virus Corona COVID-19.

Memangnya, bagaimana seharusnya peti itu disterilkan agar bisa dipakai bergantian oleh para pelanggar PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Ahli penyakit tropik dan infeksi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Erni Juwita Nelwan, SpPD, memberikan jawaban tegas.

"Kayaknya nggak perlu dibahas deh. Soalnya untuk punishment yang dibikin ini karena ngga ada manfaatnya dengan memasukkan orang ke dalam peti seperti itu. Malah nanti bergantian dan malah bikin risiko penularan," kata dr Erni saat dihubungi detikcom, Jumat (4/9/2020).

Menurut dr Erni, mengingatkan seseorang untuk mengenakan masker dengan cara yang tidak simpatik hanya akan membuat orang tersebut tambah malas dan tidak peduli. Orang tersebut cenderung malah makin bandel dan tidak mengubah perilakunya.

"Inget loh ini orang dewasa. Mengubah perilaku anak-anak yang sudah masuk SD-SMP saja nggak mudah," lanjut dr Erni.

ADVERTISEMENT
Pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melaksanakan sanksi kerja sosial dengan menyapu sampah di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, Rabu (15/7/2020).Rompi yang dikenakan para pelanggar PSBB dikhawatirkan malah bisa menularkan COVID-19 karena prosedur disinfeksinya tidak jelas. Foto: Agung Pambudhy

Ditegaskan lagi oleh dr Erni, hukuman seharusnya tidak hanya untuk lucu-lucuan. Punishment atau hukuman jika memang tujuannya mendidik, harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar, juga ada manfaatnya.

"Libatkan ahli-ahli dari behavior science supaya bisa kasih saran memberikan hukuman yang aman dan berhasil," saran dr Erni.

Beberapa saran hukuman yang bermanfaat menurut dr Erni antara lain menjadi relawan untuk mengurusi OTG (Orang Tanpa Gejala) yang menjalani isolasi, mengurus jenazah, mengurus keluarga yang orangtuanya sakit dan anaknya tidak terurus, dan sebagainya.




(up/up)

Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya