Selasa, 08 Sep 2020 15:52 WIB

Soroti 7 Bulan Corona RI, Dokter Paru Sarankan Lockdown Jika Kondisi Mendesak

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Camat Cakung gelar arak-arakan peti mati untuk ingatkan bahaya Corona. PDPI soroti penanganan wabah Corona di Indonesia. (Foto: Camat Cakung gelar arak-arakan peti mati untuk ingatkan bahaya Corona. (Ilman/detikcom)
Jakarta -

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menilai tujuh bulan penanganan wabah Corona di Indonesia belum maksimal. Dari jumlah dokter paru di Indonesia, masih jauh dari kata ideal.

Ketua Umum PDPI dr Agus Dwi Susanto, menjelaskan dari data yang dihimpun terakhir, jumlah dokter paru di Indonesia sebanyak 1.106 dokter. "Seharusnya ada 2.500 dokter paru," bebernya dalam konferensi pers PDPI Selasa (8/9/2020).

PDPI mendesak langkah-langkah selanjutnya dalam penanganan wabah Corona. Beberapa di antaranya adalah meningkatkan jumlah tes PCR dan karantina wilayah.

"Menyediakan dan meningkatkan jumlah tes PCR di seluruh pelosok daerah di Indonesia," sebut PDPI dalam rilis yang diterima detikcom Selasa (8/9/2020).

"Menyediakan langkah-langkah selanjutnya berupa karantina wilayah, isolasi personal, atau keluarga di tempat yang telah ditentukan sampai dengan lockdown wilayah atau negara bila keadaan saat mendesak," lanjut rilis tersebut.

Selain itu, PDPI juga menyoroti jumlah dan kapasitas rumah sakit perawatan COVID-19. Perlu adanya penambahan terkait hal tersebut.

"Menambah jumlah dan kapasitas RS perawatan COVID-19 termasuk bertanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan tenaga medis dalam hal tatalaksana COVID-19 serta menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai level lokasi kerja serta mendistribusikan obat secara merata untuk semua Fasyankes COVID-19," tegas desakan para dokter paru dalam rilis PDPI.

Hingga saat ini total kasus Corona di Indonesia tembus 200 ribu kasus. Ada 3.046 kasus Corona yang dilaporkan hingga hari ini.



Simak Video "Kasus Aktif Corona Naik, Masyarakat Diminta Patuh 3M"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)