Jumat, 11 Sep 2020 11:00 WIB

Tak Semua Relawan Dapat Vaksin, Ini Alasan Ada Plasebo dalam Uji Klinis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Vaksin virus corona: Vaksin disebut bisa melatih kekebalan tubuh melawan virus corona dalam uji coba tahap pertama di AS Ilustrasi uji klinis vaksin Corona. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Saat ini peneliti di seluruh dunia tengah mempercepat pengembangan vaksin dan obat untuk mengatasi pandemi COVID-19. Beberapa kandidat obat dan vaksin juga sudah masuk uji klinis tahap akhir untuk dibuktikan efek, keamanan, dan efikasinya.

Saat melakukan tahapan uji klinis, baik vaksin atau obat, relawan akan dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok uji dan kelompok plasebo.

Plasebo atau obat kosong adalah komponen kontrol standar dari sebagian besar uji klinis, yang dilakukan untuk membuat penilaian tentang kemanjuran obat atau perawatan medis. Plasebo sendiri zat tidak aktif yang terlihat seperti obat, vaksin, atau pengobatan yang sedang diuji.

"Plasebo itu tidak ada isinya, tidak bahaya. Efek plasebo itu relawan tidak diberikan apa-apa," kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio kepada detikcom, Jumat (11/9/2020).

Meski tak mendapat vaksin atau obat yang diujikan, relawan yang mendapat plasebo bisa saja mengalami efek tertentu seperti relawan di kelompok uji. Bisa efek positif, bisa juga negatif. Ini yang disebut efek plasebo.

Dikutip dari WebMD, para peneliti menggunakan plasebo selama penelitian untuk membantu mereka memahami efek obat baru membedakan mana efek obat yang memang sesungguhnya terjadi, dan mana yang sebenarnya hanya sugesti belaka.

Misalnya, beberapa orang dalam sebuah penelitian diberi obat baru untuk menurunkan kolesterol sementara kelompok lain akan mendapatkan plasebo. Tak satupun dari orang-orang dalam penelitian ini akan tahu apakah mereka mendapat pengobatan yang sebenarnya atau plasebo.

Peneliti kemudian membandingkan efek obat dan plasebo pada subjek penelitian tersebut. Dengan begitu, mereka dapat menentukan keefektifan obat baru dan memeriksa efek sampingnya.

Meski plasebo tidak berisi apa-apa, tapi beberapa studi memperlihatkan efeknya bisa sama seperti kelompok uji atau orang yang diberi pengobatan sebenarnya. Diperkirakan bahwa efek plasebo dihasilkan dari cara pikiran dapat mempengaruhi tubuh.

Plasebo adalah bagian penting dari studi klinis karena memberikan peneliti titik perbandingan untuk terapi baru sehingga dapat membuktikan bahwa terapi tersebut aman dan efektif. Mereka dapat memberi mereka bukti yang diperlukan untuk mengajukan permohonan ke badan pengawas untuk persetujuan obat baru.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)