Jumat, 11 Sep 2020 14:39 WIB

Benarkah RS di DKI Terancam Kolaps? Ini Kata Kemenkes

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Seorang dokter berdiri di dalam salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. Kapasitas rumah sakit rujukan di DKI Jakarta sudah 72 persen. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Keputusan Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kembali PSBB total salah satunya didasari oleh tingginya angka penularan COVID-19 yang berdampak pada kapasitas pelayanan rumah sakit. Terlebih beberapa rumah sakit rujukan Corona di DKI Jakarta disebut sudah hampir penuh.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Prof Abdul Kadir menyebut per 11 September, tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan COVID-19 sudah terisi 72 persen.

"Khususnya di DKI Jakarta, dari data itu terlihat kenaikan jumlah pasien yang signifikan. Dari jumlah pasein, jumlah tempat tidur yang tersedia, memang saat ini sudah mencapai 72 persen yang terisi di seluruh RS di DKI," katanya dalam webinar yang diselenggarakan Kemenkes, Jumat (11/9/2020).

Prof Kadir menambahkan saat ini ada beberapa rumah sakit di DKI Jakarta yang ruang isolasinya sudah mencapai 100 persen dan tak ada lagi tempat tidur yang tersedia. Hanya saja, menurutnya, masih ada beberapa rumah sakit yang kapasitas bednya masih mencukupi.

"Tidak berarti semua rumah sakit kondisinya seperti itu. Ada beberapa rumah sakit yang kondisinya justru masih ada yang kosong," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri memprediksi, jika pembatasan atau PSBB tak diberlakukan, dikhawatirkan pada 17 September 2020, 4.052 tempat tidur isolasi di wilayah tersebut akan terisi penuh sampai 100 persen.



Simak Video "Dinkes Sebut OTG Corona di Jakarta Capai Angka 45 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)