Minggu, 13 Sep 2020 12:19 WIB

Mengenal Hiperhidrosis, Penyakit yang Bikin Tubuh Sering Lepek

Yudistira Imandiar - detikHealth
Ilustrasi Keringat Foto: shutterstock
Jakarta -

Keringat berlebih membuat rasa tidak nyaman saat beraktivitas, apalagi jika sudah timbul bau badan tak sedap. '

Melansir Medical News Today, masalah hiperhidrosis biasanya merupakan bawaan sejak lahir dan ada faktor hereditas. Namun, hiperhidrosis juga memungkinkan timbul ketika seseorang sudah tumbuh dewasa.

Gejala umum hiperhidrosis yakni seringnya tubuh berkeringat banyak, padahal tidak sedang kegerahan atau habis beraktivitas berat. Keadaan tersebut memicu timbulnya rasa tidak percaya diri dan membuat perasaan tak nyaman dalam beraktivitas, apalagi ketika berinteraksi dengan orang lain.

Hiperhidrosis terbagi dalam dua jenis berdasarkan penyebabnya. Ada hiperhidrosis primer (focal) dan hiperhidrosis sekunder.

Medical News Today mengulas, hiperhidrosis primer menyebabkan timbulnya keringat di area tertentu saja, seperti di telapak tangan, telapak kaki, ketiak, atau dahi. Biasanya hiperhidrosis primer sudah diidap sejak kecil dan bersifat genetik.

Sementara itu, hiperhidrosis sekunder memicu keluarnya keringat berlebih di seluruh bagian tubuh. Masalah hiperhidrosis dapat muncul ketika seseorang sudah dewasa. Pemicunya bisa karena mengidap penyakit diabetes, hipertiroidisme, masalah jantung, kehamilan, kegemukan, infeksi virus, atau mungkin juga dikarenakan efek samping mengkonsumsi suplemen dan obat tertentu.

Hiperhidrosis dapat diatasi sementara dengan beberapa cara, antara lain menggunakan antiperspirant. Mesti dipahami, antiperspirant berbeda dengan deodoran, karena dapat membantu menyumpal kelenjar keringat. Selain itu, gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat agar tubuh tidak merasa gerah serta tidak menimbulkan bau tak sedap.

Jika hiperhidrosis sudah benar-benar mengganggu, beberapa jenis pengobatan dapat dilakukan. Misalnya pengobatan iontophoresis, yakni terapi untuk menutup kelenjar keringat di area tertentu yang mengeluarkan keringat berlebih. Selain itu, suntik botox dapat dilakukan untuk mengendalikan saraf yang memicu keluarnya keringat di bagian tertentu, dan dilakukan secara berkala.

Penanganan paling tepat untuk mengatasi hiperhidrosis harus berdasarkan pemeriksaan dokter ahli. Oleh sebab itu, jangan mengonsumsi obat atau mengambil tindakan medis apapun sebelum berkonsultasi dengan dokter.

Jika kamu tak sempat pergi ke rumah sakit atau klinik untuk bertemu dokter, gunakan layanan GrabHealth di aplikasi Grab. Di GrabHealth, kamu dapat berkomunikasi dengan dokter spesialis yang akan memberikan arahan terkait masalah kesehatanmu. Cara mengaksesnya sangat mudah, tinggal buka aplikasi Grab lalu pilih menu 'Health' dan klik 'Chat Dokter Sekarang'.



Simak Video "9 Kandidat Vaksin Corona Jika Indonesia Resmi Bergabung COVAX"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)