Senin, 14 Sep 2020 17:13 WIB

Disuntik Vaksin COVID-19 yang Kedua, Ini yang Dirasakan Ridwan Kamil

Yudha Maulana - detikHealth
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukan lengannya yang telah di suntikan vaksin, di Puskesmas Garuda, Bandung, Jawa Barat, Senin (14/9/2020). Gubernur Jabar Ridwan Kamil, bersama Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Pandam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kepala Kejati Jabar Ade Eddy Adhyaksa menjalani uji klinis tahap tiga berupa penyuntikan vaksin COVID-19. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp. Ridwan Kamil sehabis mendapat suntikan vaksin Corona (Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku merasa pegal dan sulit mengangkat tangan selama lima menit setelah mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung pada Senin (14/9/2020).

Reaksi wajar tersebut itu juga pernah dirasakan pria yang akrab disapa Kang Emil itu penyuntikkan dosis pertama, kira-kira dua pekan yang lalu. Seperti diketahui Kang Emil, Kapolda Jabar, Pangdam III Siliwangi dan Kajati Jabar menjadi relawan uji klinis vaksin COVID-19 yang dilakukan Universitas Padjadjaran (Unpad).

"Nah setelah itu 30 menit kami harus menunggu reaksi rata-rata aman kalau saya pribadi selama 5 menit, mengulangi reaksi yang sama tubuh saya, jadi agak pegal jadi selama 5 menit agak susah mengangkat tangan tapi sekarang sudah lebih lumayan," ujar Kang Emil di Puskesmas Garuda, Kota Bandung.

Setelah penyutikan yang kedua ini, Kang Emil dan pimpinan Forkompimda lainnya akan mengunjungi Puskesmas Garuda dalam dua pekan ke depan. Tujuannya untuk melihat apakah ada reaksi yang positif, yakni bertambahnya imunitas dan antibodi dari relawan.

"Mudah-mudahan pemberian vaksin ini memberikan harapan kepada seluruh warga Indonesia, bahwa ikhtiar proses ini kita doakan sama-sama agar berhasil. Kalau tidak berhasil kita juga harus cari cara lagi. Bagaimana mencari ending dari yang namanya covid ini tapi kalau vaksin ini Insyaallah berhasil maka ini memberikan harapan," katanya.

Ia mengatakan, selain uji klinis yang dilakukan oleh Sinovac, pemerintah tengah mengembangkan vaksin lain, yakni Merah-Putih. "Prinsipnya dari daerah mana saja yang paling cepat dan paling terpercaya karena prosesnya setelah ini pemroduksian berpuluh juta itu juga tantangan dan penyuntikannya juga lebih menantang," katanya.

"Kenapa? Karena nyuntiknya harus dua kali dibayangkan manajemen ratusan juta kali (penyuntikan) dikalikan dua periode. Itu tantangan terbesarnya, maka masukan dari kami salah satunya mungkin TNI-Polri bisa diperbantukan untuk mempercepat prosesnya, kalau tidak hitungan kami bisa 1 tahun sendiri proses pemberian vaksin ke seluruh warga kira-kira begitu," katanya.



Simak Video "Uji Vaksin Corona Sinovac: 90% Lebih Hasilkan Antibodi "
[Gambas:Video 20detik]
(yum/up)