Kamis, 17 Sep 2020 14:30 WIB

Dokter Paru Juga Tak Sarankan Pakai Masker Scuba, Ini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Berbagai bentuk masker scuba Masker scuba. (Foto: Defara Millenia Romadhona)
Jakarta -

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mendukung rencana PT KCI menyarankan pengguna KRL untuk tidak lagi menggunakan masker scuba dan buff. Menurut Prof Wiku, masker yang terdiri dari satu lapisan itu terlalu tipis dan memungkinkan virus Corona masih bisa menembus masuk ke dalam tubuh.

Dokter spesialis paru dari RS Persahabatan, dr Erlina Burhan MSc, SpP, pun juga menjelaskan kenapa masker scuba tidak disarankan untuk dipakai lagi. Ini karena masker jenis itu tidak akan memberikan proteksi yang baik pada pemakainya ataupun orang lain.

"Masker scuba itu jangan dipakai, karena kemampuan filtrasinya sangat rendah hanya 0 sampai 5 persen. Itu kan bahannya sangat-sangat elastis ya dan hanya satu lapis, jadi tidak melindungi," tegas dr Erlina pada detikcom, Kamis (17/9/2020).

"Apalagi kalau orang ditarik-tarik, semakin lebar, semakin besar pori-porinya, sama saja seperti tidak pakai masker. Bahaya itu," imbuhnya.

Sebagai gantinya, dr Erlina lebih menyarankan dan menghimbau masyarakat untuk menggunakan masker kain tiga lapis. Meskipun proteksinya lebih rendah dari pada masker medis, apalagi masker tersebut bisa dicuci.

"Kalau proteksinya lebih bagus masker bedah dibandingkan masker kain. Tapi, beda-beda sedikit lah nggak apa-apa lah masyarakat pakai masker kain ya," imbau dr Erlina.



Simak Video "Masker Buff dan Scuba Tak Disarankan Dipakai di KRL, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)