Kamis, 17 Sep 2020 16:35 WIB

Mendominasi, 55 Persen Kasus Positif COVID-19 Berusia 19-45 Tahun

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium. Virus Corona COVID-19 (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan terbaru penanganan COVID-19. Dari data yang dihimpun Satgas COVID-19, mayoritas pasien Corona di Indonesia didominasi oleh usia produktif.

"Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia didominasi pada usia 19-45 tahun atau sebesar 55 persen. Ini adalah usia produktif," kata Prof Wiku dalam siaran pers di Youtube BNPB, Kamis (17/9/2020).

"Penting untuk menjaga stamina tubuh, tidak lengah saat berkegiatan di luar rumah, dan selalu menjaga anggota keluarga terutama yang risiko rentan agar tidak tertular," sambungnya.

Sebagai kelompok usia dengan mobilitas sosial tinggi, Prof Wiku menyebut usia ini berpotensi besar menjadi carrier atau pembawa virus kepada keluarganya dan kelompok usia rentan.

Dalam paparannya, Prof Wiku juga mengungkap 80 persen kasus berada di kelompok usia di atas 45 tahun. Kelompok usia ini diharapkan tidak berkegiatan di luar rumah. Jika terpaksa ke luar rumah, dipastikan untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Hindari penggunaan transportasi umum untuk mencegah penularan," ungkapnya.



Simak Video "Sukarelawan Terjun Langsung Jemput Jenazah COVID-19 di India"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)