Jumat, 18 Sep 2020 15:33 WIB

Kondisi Terkini RSKI Pulau Galang Setelah Diterpa Angin Puting Beliung

Ayunda Septiani - detikHealth
Bangunan RSKI COVID-19 Pulau Galang rusak, diterjang angin kencang. (Dok RSKI CPVID-19 Pulau Galang/Antara) Kondisi tekini RSKI Pulau Galang setelah diterpa angin puting beliung. (Foto: Bangunan RSKI COVID-19 Pulau Galang rusak, diterjang angin kencang. (Dok RSKI CPVID-19 Pulau Galang/Antara))
Jakarta -

Pada Rabu (16/9/2020) dini hari atap serta dinding gedung karantina 240 di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) COVID-19 Pulau Galang copot dan beterbangan. Penyebabnya adalah angin puting beliung.

"Sekitar pukul 01.30 WIB hujan deras disertai angin kencang dan pada pukul 02.30 WIB seng beterbangan semua, di bangunan karantina 240," kata Kepala RSKI COVID-19 Pulau Galang Kolonel Khairul Ihsan seperti dilansir Antara, Kamis (17/9/2020).

Kepala Staf Kogabwilhan I, Mayjen TNI Syafruddin menjelaskan kejadian kondisi terkait Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang akibat adanya angin puting beliung.

"Betul itu terjadi, namun dampak dari angin puting beliung ini hanya merusak koridor dan teras saja, sehingga tidak mengganggu operasional rumah sakit, dan hari ini dampak dari puting beliung sudah dikerjakan. Saat ini sudah berjalan seperti semula," papar Syafruddin dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Jumat (18/9/2020).

"Hanya atapnya saja yang terbang, dan itu bukan tempat perawatan dan sebetulnya tidak terpengaruh," tambahnya.

Selain itu, Syafruddin juga mengatakan tidak ada tenaga medis di Rumah Sakit Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang terinfeksi virus Corona dari pasien yang positif COVID-19.

"Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang ini sampai saat ini tidak ada tenaga medis yang terinfeksi, kemungkinan besar ini disebabkan karena tempat tidur tenaga medis dan pasien Corona berjauhan. Kedua, tenaga medis pisah dengan keluarga," pungkasnya.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)