Senin, 21 Sep 2020 12:00 WIB

Menag Fachrul Razi Positif Corona, Berapa Lama COVID-19 Bertahan Dalam Tubuh?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi Menag positif Corona, berapa lama COVID-19 bertahan di dalam tubuh? (Foto: Andhika/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama Fachrul Razi terkonfirmasi positif COVID-19. Kondisi fisik Menag Fachrul Razi dilaporkan baik.

"Pada 17 September, Menag melakukan tes swab dan hasilnya positif. Namun alhamdulillah kondisi fisik beliau hingga saat ini terpantau baik, tidak ada gejala-gejala mengkhawatirkan," terang Staf Khusus Menteri Agama, Kevin Haikal, dalam keterangannya, Senin (21/9/2020).

Fachrul Razi kini tengah isolasi mandiri. Fachrul Razi yang terkonfirmasi positif Corona mematuhi protokol kesehatan dengan isolasi mandiri.

Sebenarnya berapa lama virus Corona bertahan di dalam tubuh?

Para peneliti di China sebelumnya mempelajari berapa lama virus bertahan di dalam tubuh melalui data dari 191 pasien Corona. Termasuk 54 pasien meninggal yang dirawat di Rumah Sakit Jinyintan dan Rumah Sakit Paru Wuhan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa virus bisa bertahan hidup di dalam tubuh seseorang yang terinfeksi Corona rata-rata 20 hari. Namun, virus Corona juga disebut bisa bertahan selama 37 hari atau sekitar 5 minggu lamanya.

"Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa RNA SARS-CoV-2 yang terdeteksi bisa bertahan dalam waktu rata-rata 20 hari," tulis penelitian tersebut, dikutip dari Fox News.

Para peneliti juga menemukan perbandingan dengan mendeteksi jumlah virus atau viral load dari spesimen pernapasan, pada sekitar sepertiga pasien Corona, selama 4 minggu usai penyakit muncul.

Berapa lama masa berkembangnya gejala Corona?

Dikutip dari The Sun, pada pasien dengan gejala infeksi yang parah, gejala sesak napas sering dialami selama 7-10 hari. Rata-rata dari mereka yang mengalami gejala ini, akan diarahkan untuk perawatan intensif pada hari ke-10.

Menurut peneliti di China, gejala awal COVID-19 bisa berkembang sekitar 18-22 hari, jika mereka berhasil melalui masa perawatan intensif.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)