Rabu, 23 Sep 2020 09:00 WIB

Studi: Banyak Petugas Kesehatan Terinfeksi Corona Tapi Tak Bergejala

Ayunda Septiani - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Studi sebut banyak tenaga kesehatan terinfeksi virus Corona tapi tak menunjukkan gejala. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Peneliti menyebut empat dari 10 petugas kesehatan yang dites positif terinfeksi virus Corona COVID-19 tidak menunjukkan gejala. Yang artinya, petugas kesehatan tersebut tanpa sadar dapat menularkan virus COVID-19 kepada rekan kerjanya dan pasien yang mereka rawat.

Dalam studi baru, tim peneliti meninjau 98 studi yang melibatkan 230.000 petugas kesehatan di 24 negara. Tingkat infeksi Corona pada petugas kesehatan berkisar antara 7 sampai 10 persen.

Dari mereka yang dites positif terinfeksi Corona, 48 persen adalah perawat, 25 persen adalah dokter, dan 23 adalah petugas kesehatan lainnya.

Dalam laporan tersebut, 43 persen bekerja di bangsal biasa, non-bedah, dan yang tidak terinfeksi Corona diperiksa. 24 persen bekerja di ruang operasi, 16 persen di ruang gawat darurat, 9 persen di unit perawatan intensif dan 29 persen bekerja di ruang lain.

"Hilangnya rasa dan bau (anosmia), demam dan nyeri otot diidentifikasi sebagai satu-satunya gejala yang secara signifikan terkait dengan positif SARS-CoV-2," jelas penulis studi Dr Taulant Muka, dikutip dari laman US News.

Data yang dikumpulkan dari 15 penelitian menunjukkan bahwa di antara petugas kesehatan yang positif SARS-CoV-2, 40 persen tidak menunjukkan gejala saat diagnosis. Satu dari 20 atau 5 persen petugas kesehatan yang positif COVID-19 mengalami komplikasi parah, dan satu dari 200 atau 0,5 persen meninggal.

"Petugas kesehatan menderita beban yang signifikan akibat COVID-19," Tambah Muka.

Rekan penulis studi Dr Oscar Franco, direktur ISPM, mengatakan petugas kesehatan berada di garis depan dalam merawat pasien COVID-19 yang membuat diri mereka berisiko tinggi tertular.



Simak Video "Satgas Sebut Banyak Orang Masih Tak Percaya Bahaya Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)