Rabu, 23 Sep 2020 10:00 WIB

Jumlah Nakes Gugur di Indonesia Masuk 10 Besar di Dunia, Ini Respons IDI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close-up portrait of doctor in hospital operating room Nakes gugur masuk 10 besar di dunia, ini respons IDI. (Foto: Getty Images/graphixel)
Jakarta -

Selama pandemi Corona, tidak sedikit jumlah tenaga medis termasuk dokter yang berguguran. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahkan menyebut jumlah tenaga medis yang meninggal persentasenya sudah melebihi negara-negara lain di Asia.

"Tugas dan fungsi tim mitigasi dokter yang dibentuk untuk merespons bertambahnya jumlah tenaga medis yang meninggal yang hingga kini presentasinya telah melebihi negara-negara lain di Asia dan termasuk 10 besar di dunia," demikian penjelasan Ketua Tim Mitigasi PB IDI, dr Adib Khumaidim SpOT, dalam rilis yang diterima detikcom Rabu (23/9/2020).

"Upaya perlindungan dan keselamatan para tenaga medis menjadi fokus utama kami di IDI dalam peperangan melawan COVID-19 ini. Kami juga berharap kebijakan pemerintah harus seimbang antara pendekatan ekonomi dan kesehatan, karena jika ada salah satu yang dikorbankan akan berdampak bagi kemaslahatan seluruh rakyat," lanjutnya.

IDI terus menyoroti peran tenaga medis dalam penanganan pandemi Corona. Ditegaskan, harus ada keseimbangan di antara kebijakan pemerintah terkait ekonomi dan kesehatan. Jika tidak, hal ini bisa mengorbankan lebih banyak nyawa dan berpengaruh terhadap banyaknya keselamatan masyarakat.

"Tenaga medis dan tenaga kesehatan harus menjadi perhatian serius dari pemerintah karena berkurangnya satu tenaga medis atau tenaga kesehatan akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan yang saat ini dibutuhkan oleh Negara," kata Adib.

Selain menyoroti pendataan terkait wafatnya tenaga medis, IDI pun menerbitkan pedoman dan protokol perlindungan bagi tenaga medis demi keselamatan mereka, di saat banyaknya tenaga medis yang telah berguguran.



Simak Video "100 Dokter Indonesia Telah Gugur Akibat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)