Kamis, 24 Sep 2020 09:01 WIB

Studi: Mutasi Corona yang Lebih Menular Saat ini Mendominasi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Ilustrasi pasien Corona. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Studi pertama yang menganalisis struktur virus Corona COVID-19 dari dua gelombang infeksi menemukan bahwa jenis strain yang lebih menular saat ini mendominasi, demikian temuan peneliti Houston Methodist Hospital.

Mereka memeriksa lebih dari 5.000 genom dari virus yang ditemukan pada fase paling awal pandemi di Houston, Amerika Serikat, kota dengan 7 juta etnis yang beragam, dan dari gelombang infeksi yang lebih baru.

Dikutip dari Reuters, peneliti menemukan hampir semua strain di gelombang kedua mengalami mutasi D614G yang telah terbukti meningkatkan jumlah protein spike atau protein S pada virus yang berbentuk seperti mahkota.

Protein S inilah yang memungkinkan virus untuk mengikat dan menginfeksi sel, meningkatkan kemampuan virus yang bermutasi untuk menginfeksi sel tubuh manusia.

Para peneliti Houston mengatakan pasien yang terinfeksi varian ini memiliki jumlah virus yang lebih tinggi secara signifikan pada diagnosis awal. Hanya saja mereka belum melihat mutasi ini berdampak pada tingkat kematian.

Beberapa protein yang menjadi target utama vaksin COVID-19 saat ini menunjukkan beberapa mutasi, kemungkinna mengindikasikan bahwa virus berubah untuk menghindari respons kekebalan tubuh.



Simak Video "Mutasi Corona 10 Kali Lebih Menular Ditemukan di 3 Negara ASEAN Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)