Kamis, 24 Sep 2020 20:00 WIB

Pesta Seks 'Swinger' Dikaitkan dengan Lonjakan Corona di Negara Ini

Ayunda Septiani - detikHealth
Eighteen plus, age limit, sign in neon style. Only for adults. Night bright neon sign, symbol 18 plus. Vector Illustration. Pesta seks 'Swinger' disebut menjadi penyebab lonjakan kasus Corona di Victoria, Australia. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Mulai muncul pertanyaan tentang apakah pesta swinger menjadi salah satu pemicu di balik lonjakan kasus virus Corona COVID-19 yang mendadak di negara bagian Victoria, Australia.

Berita soal pesta yang diadakan akhir bulan lalu itu menyebar begitu cepat di kota Colac, yang terletak sekitar 150 km barat daya Melbourne.

Menurut Herald Sun, beberapa warga dikatakan kesal dan jengkel dengan adanya pertemuan pesta tersebut, karena ini melanggar batasan ketentuan COVID-19.

Petugas kepolisian Victoria mengatakan mereka diberi tahu tentang pesta tersebut setelah beberapa hari diadakan pada 29 Agustus.

"Polisi tidak menghadiri alamat tersebut pada hari H, dan hanya mengetahui potensi pelanggaran arahan dari kepala petugas kesehatan setelah mereka diberitahu beberapa hari setelahnya," jelas juru bicara polisi dalam sebuah pernyataan.

Kota Colac telah mengalami lonjakan kasus Corona yang signifikan. Kasus dengan cepat meningkat sekitar 100 kasus pada awal Agustus.

Klaster tersebut dikaitkan dengan rumah potong hewan di Australia Lamb Company, yang memaksa para ratusan pekerja bekerja dan melakukan kontak dekat selama isolasi.

Namun, kota tersebut dengan cepat bisa mengatasi lonjakan Corona di kota itu, yang membuat kasus infeksi turun hampir nol kasus dalam beberapa minggu mencapai puncaknya.

Tetapi, pada awal bulan ini, kota Colac dihadapkan pada gelombang kedua infeksi, dengan mencurigai beberapa orang pihak ilegal yang menyebabkan penyebaran virus melalui komunitas.

Gelombang kedua infeksi ditandai setelah seorang pria terinfeksi COVID-19 saat menjalani perawatan di rumah sakit Melbourne. Namun setelah itu ia kembali ke Colac dan tidak memberi tahu kepada keluarga jika ia terinfeksi Corona. Dan ia menyebarkan virus ke keluarganya.

Virus tersebut kemudian menyebar ke seluruh komunitas, dengan beberapa orang percaya bahwa pesta swinger berperan dalam penyebaran kasus corona di komunitas dengan cepat.

Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews, menelusuri kasus Corona tersebut dengan cepat pada 6 September. Dan mencatat bahwa satu kasus telah berubah menjadi 24 kasus infeksi Corona.



Simak Video "7 Wilayah RI Ini Catat Kasus Aktif COVID-19 di Atas Seribu"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)