Jumat, 25 Sep 2020 15:36 WIB

BPOM 'Take Down' 48 Ribu Iklan Obat Ilegal, Termasuk Obat COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
ilustrasi minum obat BPOM menurunkan hampir 50 ribu iklan obat ilegal (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Di sepanjang tahun 2020 pandemi Corona ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah mengidentifikasi sebanyak puluhan ribu tautan yang mengedarkan iklan penjualan obat ilegal. Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dari yang ditemukan tahun lalu, khususnya obat-obatan yang dikaitkan dengan COVID-19.

"Telah teridentifikasi 48 ribu tautan yang mengedarkan iklan-iklan penjualan obat dan makanan produk ilegal yang dilarang, khususnya yang dikaitkan dengan obat-obat COVID-19," jelas Kepala BPOM Penny K Lukito, dalam konferensi pers daring, Jumat (25/9/2020).

Penny mengatakan ada beberapa obat-obatan yang terkait dengan COVID-19 yang dijual secara ilegal, yaitu hydroxychloroquin, azitromisin, dan dexamethasone. Setelah ditelusuri, ditemukan ada hampir 50 ribu tautan yang menjual obat-obat tersebut dan sudah di take down.

Dalam penindakannya, BPOM bekerja sama dengan para penegak hukum seperti pihak kepolisian, kejaksaan agung, dan Indonesian E-Commerce Association (idEA). Bahkan sanksi-sanksi untuk pelakunya sudah tercantum di undang-undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan, yang ada di pasal 196 dan 197 terkait peredaran dan pelanggaran peredaran obat serta makanan ilegal.

"Ancamannya di dalam undang-undang kesehatan, sampai 15 tahun (penjara) dan ada juga yang didenda sampai 1,5 milyar. Tapi, juga tentunya banyak sekali sanksi-sanksi yang bisa kita tegakkan," katanya.



Simak Video "BPOM Temukan 48 Ribu Iklan Obat Ilegal, Termasuk Herbal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)