Selasa, 29 Sep 2020 11:46 WIB

6 Tanda Daya Tahan Tubuh Melemah dan Cara Mengatasinya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi Sakit Flu Tanda-tanda daya tahan tubuh melemah dan cara mengatasinya. (Foto ilustrasi: shutterstock)
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, menerapkan berbagai protokol kesehatan seperti mencuci tangan selama 20 detik dan menjaga jarak sangat diperlukan. Hal ini bertujuan untuk mencegah tubuh terpapar virus Corona yang menyebabkan COVID-19 ini.

Namun, daya tahan tubuh yang kuat juga tidak boleh dilupakan. Fungsinya agar tubuh bisa melawan serangan kuman, bakteri, bahkan virus yang mungkin saja bisa menempel pada tubuh.

Jika kamu merasa sering sakit, lelah, dan memiliki gejala yang mengganggu lainnya, bisa jadi daya tahan tubuh atau imunitas kamu melemah. Untuk mengetahuinya, berikut 6 tanda daya tahan tubuh mulai melemah dan cara mengatasinya, yang dikutip dari Penn Medicine.

1. Tingkat stres yang berlebih

Menurut laporan America Psychological Association, stres yang berlebihan dan berjangka panjang bisa melemahkan respon daya tahan tubuh. Jika itu terjadi, bisa membuat kamu rentan terinfeksi virus.

"Itu karena stres bisa menurunkan limfosit atau sel darah putih yang membantu tubuh untuk melawan infeksi. Jika tingkat limfosit semakin rendah, kamu bisa berisiko terkena virus seperti flu biasa," jelas salah satu dokter di Delancey Internal Medicine, Dr Nadia Hasan, DO.

2. Lebih sering sakit

Sangat normal jika seseorang sakit pilek tiga kali dalam satu tahun. Sebagian besar akan sembuh dalam 7-10 hari.

"Daya tahan tubuh membutuhkan waktu 3-4 hari untuk bisa mengembangkan antibodi dan melawan virus yang mengganggu," kata Dr Hasan.

Tetapi, jika pilek ini tidak sembuh juga dan sering terjadi, itu bisa menandakan bahwa daya tahan tubuh kamu sedang berjuang mengimbanginya.

3. Sering mengalami masalah perut

Jika kamu sering mengalami diare atau sembelit, bisa jadi daya tahan tubuh kamu terganggu.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hampir 70 persen sistem kekebalan tubuh berada di saluran pencernaan. Bakteri mikroorganisme menguntungkan yang hidup di sana melindungi usus kamu dari berbagai infeksi dan mendukung daya tahan tubuh.

Jika jumlah bakteri baik di usus bisa membuat kamu berisiko terinfeksi virus, mengalami peradangan kronis, dan gangguan autoimun.

4. Luka di kulit lama untuk sembuh

Kulit merupakan bagian tubuh yang paling rentan terluka, terbakar, terpotong, dan tergores. Jika kulit terluka, proses penyembuhannya bergantung pada daya tahan tubuhmu.

Saat daya tahan tubuh menurun, kulit tidak bisa beregenerasi. Hal ini menyebabkan luka-luka yang ada di kulit akan membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh.

5. Sering mengalami infeksi

American Academy of Allergy Asthma and Immunology melaporkan bahwa seseorang yang daya tahan tubuhnya lemah, sangat rentan mengalami infeksi. Tanda-tanda orang dewasa mengalami defisiensi imun, meliputi:

  • Mengalami infeksi telinga empat kali dalam setahun
  • Mengalami pneumonia dua kali selama periode satu tahun
  • Menderita sinusitis kronis atau mengalami sinusitis bakterial tiga kali dalam setahun
  • Membutuhkan antibiotik yang lebih banyak dalam setahun

6. Merasa kelelahan sepanjang waktu

JIka kamu merasa lelah sepanjang hari meski sudah cukup tidur, bisa jadi daya tahan tubuhmu sedang lemah. Dr Hasan menyarankan untuk menghemat energi agar imunitas tubuh bisa bekerja lebih untuk melawan virus yang masuk.

Cara meningkatkan daya tahan tubuh

  • Makan yang seimbang
  • Tidur yang cukup
  • Olahraga teratur
  • Rajin cuci tangan
  • Vaksinasi secara rutin
  • Pertahankan berat badan yang ideal dan sehat
  • Jangan merokok
  • Kurangi stres yang berlebihan


Simak Video "Tips Jaga Daya Tahan Tubuh Anak saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)