Rabu, 30 Sep 2020 07:30 WIB

Studi: Vaksin Moderna Hasilkan Kekebalan di Usia Rentan Komplikasi COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus corona: Para pemimpin dunia sepakat galang Rp120 triliun demi ciptakan vaksin virus corona Vaksin Corona Moderna berhasil hasilkan kekebalan pada usia rentan komplikasi COVID-19. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Uji klinis vaksin Corona Moderna disebut berhasil menunjukkan antibodi pada usia dewasa yang lebih rentan mengalami komplikasi COVID-19. Selain itu, para peneliti mengungkap efek samping yang dialami pasien cukup ringan seperti efek samping saat melakukan vaksin influenza.

Dikutip dari Reuters, studi tersebut dipublikasikan di New England Journal of Medicine. Hasil uji klinis disebut membuktikan keamanan vaksin Corona Moderna, karena vaksin berhasil menunjukkan antibodi pada usia dewasa lebih tua setara dengan pasien usia dewasa yang lebih muda.

"Temuan ini meyakinkan karena kekebalan cenderung melemah seiring bertambahnya usia," sebut Dr Evan Anderson, salah satu peneliti utama studi tersebut dari Emory University di Atlanta, mengatakan dalam sebuah wawancara.

Penelitian ini merupakan langkah lanjut dari uji coba keamanan fase satu vaksin Corona Moderna yang pertama kali dilakukan pada individu berusia 18 hingga 55 tahun. Ini menguji dua dosis vaksin Corona Moderna 25 mikrogram dan 100 mikrogram pada 40 orang dewasa berusia 56 hingga 70 dan 71 ke atas.

Secara keseluruhan, tim menemukan bahwa pada orang dewasa yang lebih tua yang menerima dua suntikan dari 100 mikrogram dosis, selang waktu 28 hari, vaksin Corona Moderna menghasilkan respons kekebalan seperti yang terlihat pada orang dewasa dengan usia lebih muda.

Moderna sudah menguji dosis yang lebih tinggi dalam uji coba besar tahap ketiga, tahap terakhir sebelum meminta otorisasi atau persetujuan darurat.

Sementara itu, efek samping vaksin Corona Moderna adalah sebagai berikut:

- Sakit kepala
- Kelelahan
- Nyeri tubuh
- Menggigil
- Nyeri di tempat suntikan dianggap cukup ringan hingga sedang0

Setidaknya dalam dua kasus, relawan mengalami reaksi yang parah. Seseorang mengembangkan demam tingkat tiga, yang diklasifikasikan hingga 39 derajat Celcius atau lebih setelah menerima dosis vaksin yang lebih rendah.

"Kelelahan lainnya berkembang begitu parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari untuk sementara. Biasanya, efek samping terjadi segera setelah menerima vaksin dan diatasi dengan cepat," katanya.

"Ini mirip dengan apa yang dialami banyak orang dewasa yang lebih tua dengan vaksin influenza dosis tinggi," kata Anderson.

"Mereka mungkin merasa tidak enak atau demam," pungkasnya.



Simak Video "Pondasi Utama Pecegahan Corona Sebelum Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)