Rabu, 30 Sep 2020 20:00 WIB

Dokter Ceritakan Kisah Pilu Janin Meninggal karena Ibu Positif COVID-19

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
ilustrasi keguguran Ilustrasi ibu hamil. (Foto: iStock)
Jakarta -

Menjalani program kehamilan di tengah pandemi Corona memang terdengar lebih berisiko. Pasalnya, COVID-19 dicurigai bisa membahayakan kesehatan ibu dan juga janin.

Kisah pilu seorang ibu yang harus kehilangan calon anaknya akibat terinfeksi COVID-19 pun dibagikan oleh dokter kandungan dari RS Pondok Indah, Jakarta Selatan, dr Muhammad Fadli, SpOG.

"Satu pasien saya saat memang dia datang pada usia kehamilan 7-8 minggu, memang testpack positif, kita sudah bisa melihat kantung kehamilannya dan detak jantung bayinya, setelah beberapa minggu itu saya dapat kabar bahwa dia COVID-19 positif," kata dr Fadli dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Rabu (30/9/2020).

Lebih lanjut, dr Fadli bercerita, ketika pasiennya itu sudah melakukan isolasi dan mendapatkan perawatan hingga akhirnya dinyatakan negatif COVID-19, ia datang kembali ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya.

"Dia datang ke saya lagi, kita lakukan pemeriksaan USG (ultrasonografi), dan pada saat itu detak jantung (janinnya) sudah tidak ada," ucapnya.

dr Fadli pun mengaku masih belum mengetahui pasti penyebab janin pasiennya meninggal, apakah ada hubungannya dengan COVID-19 atau tidak. "Tapi memang dalam beberapa penelitian mengatakan bahwa infeksi virus ini bisa masuk dalam saluran darah plasentanya, jadi masuk dalam janinnya," jelasnya.

Oleh karena itu, dr Fadli menyarankan untuk semua ibu hamil agar menjaga kesehatannya dengan baik. Dari menjaga asupan gizi, olahraga yang cukup, hingga mengonsumsi vitamin D agar daya tahan tubuh menjadi kuat dan terhindar dari infeksi COVID-19.



Simak Video "Hal yang Mesti Dilakukan Ibu Hamil Saat Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)