Kamis, 01 Okt 2020 12:07 WIB

Elon Musk Ngaku Ogah Divaksin COVID-19, Apa Alasannya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux) Elon Musk. (Foto: AP)
Jakarta -

Pendiri SpaceX, Elon Musk, mengaku ia dan keluarganya ogah divaksin COVID-19 saat vaksin ditemukan. Alasannya, ia merasa tidak berisiko terpapar virus Corona COVID-19.

Jawabannya ini ia ungkap dalam wawancara dengan Podcast New York Times. Ini adalah sekian kalinya Elon Musk meremehkan risiko infeksi virus corona SARS-CoV-2.

"Tidak [mengambil vaksin], saya tidak berisiko terkena COVID-19. Anak-anak saya juga tidak," ujar Elon Musk singkat, seperti dikutip dari CNN International, Rabu (30/9/2020).

Tidak jelas apa yang dimaksud Musk, yang baru-baru ini memiliki bayi laki-laki dengan istri Grimes, 32, ketika dia mengatakan dia dan keluarganya tidak berisiko terkena virus corona.

Selama wawancara dengan New York Times, Musk, yang blak-blakan tentang pandemi, juga mengecam kebijakan lockdown. Sebab menurutnya kebijakan itu tak memberikan solusi yang tepat untuk penanganan pandemi COVID-19.

"Pada dasarnya, hal yang benar untuk dilakukan adalah tidak melakukan penguncian untuk seluruh negeri, tetapi menurut saya, siapa pun yang berisiko harus dikarantina sampai badai berlalu," katanya.

Musk menambahkan dia akan bekerja seperti biasa dan SpaceX akan kembali mengirim astronot ke luar angkasa. Dia juga bersikeras akan terus membuka pabrik Tesla meski beberapa pegawai dinyatakan positif setelah kembali bekerja.



Simak Video "Vaksin Corona Belum Direkomendasikan untuk Anak-anak dan Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)