Jumat, 02 Okt 2020 12:52 WIB

Trump Positif Corona, Lihat Lagi Kontroversinya Saat 'Remehkan' COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
President Donald Trump gestures while speaking during the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez) Trump positif COVID-19. (Foto: AP/Julio Cortez)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ibu negara Melania Trump dinyatakan positif virus Corona. Trump dan Melania menjalani tes Corona setelah salah satu penasihat dekatnya, Hope Hicks, dinyatakan positif Corona pada Kamis (1/10) waktu setempat.

"Malam ini, @FLOTUS (Melania-red) dan saya dinyatakan positif COVID-19," tutur Trump via akun Twitternya.

Saat COVID-19 mulai menyebar di seluruh wilayah Amerika Serikat, Donald Trump berulangkali berkeras bahwa hal tersebut tak perlu dikhawatirkan. Setelah enam bulan pandemi berlangsung, Amerika Serikat menjadi negara dengan kasus infeksi COVID-19 terbanyak di seluruh dunia dengan total 7.494.671 kasus.

Saat awal penyebaran Corona di AS, Trump berulangkali menekankan bahwa 'semuanya di bawah kendali' dan virus akan 'menghilang' dengan sendirinya. Beberapa kali juga Trump melontarkan ungkapan bernada rasis dan kontroversial seperti COVID-19 adalah 'virus China'.

Berikut momen-momen kontroversial saat Trump meremehkan pandemi virus COVID-19.

1. Menganggapnya flu biasa

Ketika awal COVID-19 muncul di AS, Trump menganggap penyakit tersebut sama seperti flu biasa. Bahkan dirinya menyebut angka kematian akibat flu jauh lebih tinggi daripada COVID-19.

"Ini (virus corona) adalah penyakit flu. Ini sama seperti flu. Sedikit mirip flu biasa yang kita punya vaksinnya. Dan kita akan melakukan vaksinasi flu ini dengan cepat," tutur Trump pada Februari lalu.

Trump juga menyebut pasien Corona hanya mengidap penyakit ringan dan tak perlu ke RS atau dokter. Pasien COVID-19 disebut akan membaik dengan sendirinya.

2. Menyebut COVID-19 'virus China' dan 'Kung-Flu'

Ungkapan rasis Trump mengenai virus Corona kerap disampaikan ke publik, mulai dari menyebut COVID-19 sebagai virus China dan 'Kung-Flu'.

"Saya selalu memperlakukan 'virus China' dengan sangat serius dan telah melakukan pekerjaan saya dengan sangat baik sejak awal termasuk menutup perbatasan dari Tiongkok," ujar Trump.

Ia juga melontarkan ungkapan rasis dengan menyebut 'kung flu' sebagai kata ganti untuk virus Corona COVID-19 pada kampanye di Tulsa. Deretan ungkapan rasis Trump soal virus Corona ini pun telah memicu kemarahan sejumlah kelompok, yang kemudian memperingatkan Trump bahwa bahasa seperti itu dapat menimbulkan rasisme .

"Virus ini memiliki lebih nama dari pada penyakit lain dalam sejarah. Saya menamainya kung flu. Saya bisa menyebutkan 19 versi nama yang berbeda," ujar Trump saat berkampanye.

3. Suntik disinfektan untuk cegah COVID-19

Trump pada April lalu menyarankan untuk menyuntikkan disinfektan untuk melindungi orang-orang dari virus corona.

Trump membuat pernyataan ini setelah Bill Bryan, pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri dan ketua Departemen Sains dan Teknologi memberikan presentasi tentang penelitian timnya yang menunjukkan virus tidak hidup selama dalam suhu lebih hangat dan lebih lembab.

"Saya melihat disinfektan cukup ampuh (mematikan virus) dalam satu menit. Apakah ada cara yang bisa kita lakukan seperti menyuntikkan zat itu, itu akan sangat menarik untuk diuji. Sangat menarik bagi saya," kata Trump.

Selanjutnya
Halaman
1 2