Jumat, 02 Okt 2020 19:30 WIB

Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Terlalu Lama Diam di Rumah

Defara Millenia Romadhona - detikHealth
Woman sitting on sofa using laptop in her cozy loft apartment Foto: Getty Images/Morsa Images
Jakarta -

Himbauan untuk tetap di rumah di tengah pandemi virus Corona membuat melakukan kegiatan bekerja di dalam rumah. Tidak bisa dipungkiri aktivitas kamu menjadi terbatas dan memilih untuk tiduran.

Tanpa disadari berdiam diri di dalam rumah selama beberapa waktu memunculkan gaya hidup malas gerak 'mager' yang bisa mendatangkan efek negatif bagi kesehatan. Mulai dari perubahan pola tidur hingga tubuh menjadi gemuk.

Berikut 5 hal yang terjadi pada tubuh jika terlalu lama di rumah, dikutip dari CNN:

1. Kehilangan kekuatan otot

Di rumah saja mungkin terasa nyaman tetapi menjadi tidak aktif membuat tubuh melemah. Pasalnya, aktivitas harian di luar rumah melibatkan banyak aktivitas fisik sehingga membantu tubuh melatih kekuatan otot.

Ahli fisiologi Keith Baar mengatakan, butuh waktu berbulan-bulan untuk membangun kekuatan otot, tetapi hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk menghilangkan kekuatan otot.

"Manusia cenderung kehilangan otot lebih cepat saat semakin tua, yang menandakan berkurangnya aktivitas fisik," ujar Baar.

2. Jantung dan paru-paru melemah

Jika kamu tidak melakukan aktivitas fisik, detak jantung tidak akan meningkat. Ketika jantung tidak memompa dengan sekuat tenaga dan jantung menjadi lebih lemah.

Hal yang sama terjadi pada paru-paru saat kamu tidak aktif. Ahli paru-paru Panagis Galiatsatos mengatakan, fungsi pernapasan akan memburuk jika tidak melakukan aktivitas fisik.

Orang dengan masalah pada paru-paru lebih rentan terhadap virus Corona sehingga mereka disarankan untuk terus berada di rumah. Tetapi, dengan tidak bergerak atau beraktivitas fisik, kondisi mereka justru akan semakin memburuk.

Olahraga atau aktivitas fisik merupakan satu-satunya kunci meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Namun, agar tetap aman lakukan olahraga di dalam rumah saja.

3. Tubuh menjadi lebih gemuk

Berada di rumah sepanjang hari, kemungkinan besar mencari makanan jadi lebih sering sehingga waktu makan dan ngemil semakin bertambah. Hal ini berisiko gula darah melonjak.

Apalagi di masa awal pandemi, banyak orang yang menyimpan frozen food karena dianggap praktis. Padahal mengkonsumsi frozen food akan menambah gula dan pati yang buruk bagi kesehatan. Tak masalah mengalami kenaikan berat badan tetapi jangan sampai obesitas.

4. Perubahan postur tubuh

Selama pandemi banyak orang yang melakukan WFH (Work From Home). Tanpa disadari seseorang duduk dalam posisi yang salah. Duduk dan berbaring sepanjang hari sangat mempengaruhi postur tubuh dan membebani punggung, leher, bahu, pinggul, dan mata.

Untuk mencegahnya, disarankan sesekali bangun dari tempat duduk dan melakukan peregangan otot dengan berjalan-jalan.

5. Perubahan pola tidur

Perubahan rutinitas harian selama pandemi COVID-19 mempengaruhi siklus tidur. Ketika berada di dalam rumah, kamu tidak mendapatkan cukup sinar matahari yang membantu tubuh membangunkan ritme sirkadian sehingga waktu tidur kamu terganggu.

Disarankan untuk melakukan kegiatan di ruang terbuka seperti bekerja di dekat jendela agar tubuh mendapatkan sinar matahari.

Dengan adanya efek samping di atas, penting bagi kamu untuk mencegah gejala tersebut sebelum timbul berkepanjangan. Cobalah untuk berproduktif seperti melakukan olahraga walaupun di dalam rumah.



Simak Video "Ilmuwan Jerman Prediksi Covid-19 Bertahan hingga 2023 "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)