Senin, 05 Okt 2020 18:00 WIB

Satu Lagi 'Obat COVID-19' yang Disetujui Penggunaannya oleh BPOM RI

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Obat Anti Virus Favipiravir Diujicoba Pada Pasien Corona Ilustrasi Fapivapir. (Foto: DW (News))
Jakarta -

Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI (BPOM RI) telah menerbitkan izin penggunaan dalam kondisi emergensi Favipiravir kepada Industri Farmasi PT. Beta Pharmacon (Dexa Group) dengan merek dagang Avigan dan PT. Kimia Farma Tbk. Izin penggunaan ini diberikan sejak 3 September 2020 untuk mengobati pasien COVID-19.

Beberapa kandidat obat telah terbuktu menujukkan manfaatnya dalam menyembuhkan pasien COVID-19. Favipiravir, yang juga telah digunakan di beberapa negara lain, diberikan pada pasien COVID-19 derajat ringan-sedang yang dirawat di rumah sakit.

"Dengan tersedianya obat-obat tersebut diharapkan dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian pasien COVID-19 yang menjadi target pemerintah dalam percepatan penanganan COVID-19," kata Kepala Badan POM, Penny K Lukito, dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (5/10/2020).

Selain Favipiravir, BPOM juga memberikan izin penggunaan pada obat Remdesivir kepada PT Amarox Pharma Global, PT Indofarma, dan PT Dexa Medika. Pemberian izin ini diharapkan dapat memberikan percepatan akses obat-obat yang dibutuhkan dalam penanganan COVID-19 oleh para dokter sehingga mempunyai pilihan pengobatan yang sudah terbukti khasiat dan keamanannya dari uji klinik.

"Semoga para dokter dan tenaga kesehatan lain bekerja sama untuk berpartisipasi aktif dalam pemantauan terhadap khasiat dan keamanan melalui kegiatan Farmakovigilans (pemantauan efek sampuing)," pungkasnya.



Simak Video "Ketua Riset COVID-19: Buat Obat Itu Prosesnya Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)