Selasa, 06 Okt 2020 06:20 WIB

BPOM: Belum Ada Laporan Efek Samping Uji Klinis Vaksin COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Asian Beautiful Doctor Nurse woman in uniform with stethoscope, rubber gloves, mask check syringe injection, portrait , studio lighting dark background four back light flare silhouette copy space Virus Corona COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan perkembangan uji klinis fase III vaksin COVID-19 Sinovac di Bandung. Hingga September 2020, sudah ada 1.089 relawan yang mendapat suntikan pertama dan 457 relawan yang mendapat suntikan kedua.

"Sejauh ini, tidak ada laporan kejadian efek samping dalam uji klinik ini. Diharapkan semua subjek dapat selesai direkrut pada pertengahan Oktober 2020, sehingga data interim hasil uji klinik bisa kami dapatkan untuk dilakukan proses evaluasi untuk mendapatkan EUA (Emergency Use Authorization)," kata Kepala BPOM Penny K Lukito dalam siaran persnya, Senin (5/10/2020).

Untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia, BPOM menilai perlu mencari sumber vaksin lain. Salah satunya dari Sinopharm G-42 Abu Dhabi yang saat ini juga sedang menjalani uji klinis fase III di Uni Emirat Arab (UEA).

Pengembangan vaksin lainnya dilakukan oleh PT Kalbe Farma bekerja sama dengan Genexine Korea Selatan. Uji klinis fase I dan IIA telah berlangsung di Korea Selatan dan ditargetkan selesai pada Oktober 2020. Uji klinis fase selanjutnya direncanakan berlangsung di Indonesia dengan target keseluruhan selesai Desember 2021.

Dari dalam negeri, Konsorsium Pengembangan Vaksin Merah Putih masih melakukan pengembangan bibit vaksin dari isolasi virus pasien COVID-19 di Indonesia. Tahap ini akan dilanjutkan dengan perbanyakan dan pemurnian menjadi bulk vaksin yang akan diformulasi untuk skala laboratorium di Industri Farmasi.



Simak Video "Sederet Fakta Vaksin COVID-19 Pfizer yang Uji Klinisnya Sudah Rampung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)