Rabu, 07 Okt 2020 15:16 WIB

Dokter Ungkap Kondisi Trump Saat Kembali ke Gedung Putih

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
President Donald Trump removes his mask as he stands on the balcony outside of the Blue Room as returns to the White House Monday, Oct. 5, 2020, in Washington, after leaving Walter Reed National Military Medical Center, in Bethesda, Md. Trump announced he tested positive for COVID-19 on Oct. 2. (AP Photo/Alex Brandon) Donald Trump lepas masker saat sampai di Gedung Putih. (Foto: AP Photo/Alex Brandon)
Jakarta -

Pada Jumat (2/10/2020), Presiden Amerika Serikat Donald Trump positif Corona. Ia langsung dibawa ke rumah sakit militer karena menunjukkan gejala demam dan level oksigen yang rendah.

Hingga pada Selasa (6/10/2020) ia kembali ke Gedung Putih, meskipun kondisinya masih belum sembuh dari COVID-19. Namun, dokter kepresidenan dr Sean Conley mengatakan bahwa saat pergi ke Gedung Putih, Trump tidak merasakan gejala apapun.

"Hari ini (6/10/2020), dia tidak melaporkan adanya gejala apapun. Tanda vital dan pemeriksaan fisiknya tetap stabil, dengan tingkat saturasi oksigen rawat jalan 95-97 persen," kata dr Sean Conley dalam memo yang dirilis Gedung Putih, dikutip dari New York Post, Rabu (7/10/2020).

Dr Conley juga menuliskan bahwa tim dokter telah bertemu Trump pada Selasa pagi di Gedung Putih, untuk mengevaluasi kondisinya setelah dirawat tiga malam di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed, Bethesda.

Meski kondisi Trump sudah membaik, Dr Conley mengatakan presiden AS itu masih positif terinfeksi COVID-19.

Trump sempat diberikan antibodi poliklonal eksperimental dan oksigen di Gedung Putih, pada Jumat lalu. Saat di rumah sakit, ia juga menerima dosis obat antivirus remdesivir dan juga steroid deksametason.

Sebelumnya, pada Senin (5/10/2020) lalu, Dr Conley enggan membeberkan hasil pemindaian paru-paru Trump setelah didiagnosis terinfeksi COVID-19. Bahkan saat itu, Trump tidak mengkonsumsi obat penurun demam selama 72 jam.

"Dia belum minum obat penurun demam selama lebih dari 72 jam. Tanda-tanda vitalnya pun sangat bagus dan tidak memiliki keluhan pernapasan lagi," jelasnya



Simak Video "Pakar: Trump Harusnya Berada di RS Lebih Lama Usai Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)