Kamis, 08 Okt 2020 14:19 WIB

Bogor, Depok, Bekasi Jadi Episentrum COVID-19 di Jabar, Sumbang 75 Persen Kasus

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Guru di Cianjur mulai jalani swab test jelang KBM Tatap Muka. Bogor, Depok, Bekasi jadi episentrum COVID-19 di Jawa Barat. (Foto: Ismet Selamet)
Jakarta -

Kota dan Kabupaten Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) jadi wilayah terbanyak kasus positif COVID-19 di Provinsi Jawa Barat (Jabar). Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan, wilayah Bodebek menyumbang 75 persen kasus COVID-19 di Jabar.

"Bodebek menjadi epicentrum dan menyumbang kasus terbesar di Provinsi Jawa Barat dengan menyumbang sekitar 75 persen kasus," demikian dalam rilis Kemenkes seperti yang dilihat detikcom, Kamis (8/10/2020).

Dari data sebaran peta zonasi oleh Satgas COVID-19 per 8 Oktober 2020, Kota Bogor masuk dalam risiko tinggi atau zona merah, Kabupaten Bogor risiko sedang, Depok risiko sedang, Kota Bekasi risiko tinggi, dan Kabupaten Bekasi risiko sedang.

Saat ini pemanfaatan tempat tidur untuk pasien COVID-19 di Bodebek naik dari 56,72 persen menjadi 58,53 persen dengan tingkat keterisian 50 persen di rumah sakit. Sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus, pemerintah daerah bakal memanfaatkan hotel serta tempat isolasi di Lido pusat latihan BNN.

Sebagai langkah menekan penyebaran COVID-19 di wilayah Bodebek, pemerintah daerah menerapkan PSBB Proporsional dan mini lockdown. Jabar juga menargetkan melakukan test PCR 50.000 per minggu.

"PSBM ada mini lockdown bisa skala Kecamatan, Kelurahan, RT, RW atau bahkan Komplek, kita berikan edukasi dengan memberdayakan masyarakat secara proaktif," Terang Daud, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jabar.



Simak Video "Kemenkes Tepis Istilah 'Indonesia Episentrum COVID-19'"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)