Jumat, 09 Okt 2020 17:16 WIB

FKUI Rekomendasikan Pilkada 2020 Ditunda, Ini Alasannya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Gedung FKUI Salemba FKUI merekomendasikan Pilkada 2020 ditunda (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkat bicara soal Pilkada 2020 yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020. Gelaran Pilkada 2020 ini dinilai meningkatkan risiko penularan COVID-19.

"Pemerintah diharapkan melakukan evaluasi ulang secara menyeluruh tentang pelaksanaan Pilkada 2020 demi mencegah terjadinya lonjakan masif kasus COVID-19 setelah Pilkada 2020," tulis FKUI dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (9/10/2020).

FKUI pun menyarankan, Pilkada 2020 sebaiknya ditunda atau dilakukan dengan cara lain seperti pemilihan secara daring.

Selain itu, FKUI juga menegaskan bahwa jika tetap memaksa untuk melaksanakan Pilkada 2020 secara langsung, sebaiknya skrining kesehatan dilakukan dengan ketat terlebih pada mereka yang berisiko kontak langsung dengan masyarakat.

"Skrining kesehatan yang ketat termasuk mencari faktor risiko harus dilakukan pada petugas pelaksana pemilu," saran FKUI.

"Karena mereka yang akan kontak langsung dengan masyarakat dan diharapkan tidak akan menjadi korban," tambahnya.

Telaah dan rekomendasi dari FKUI ini muncul setelah banyaknya pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi selama masa pendaftaran Pilkada 2020.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun telah mencatat sebanyak 243 pelanggaran protokol kesehatan yang diduga terjadi selama pendaftaran Pilkada 2020 pada 4-6 September lalu.

Terlebih saat ini kasus COVID-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada hari ini saja, Jumat (9/10/2020), Indonesia kembali melaporkan kasus COVID-19 sebanyak 4.094 kasus, sehingga totalnya menjadi 324.658 kasus.



Simak Video "Epidemiolog UI: Corona Lebih Penting Ketimbang Terlibat Pilkada"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)