Senin, 12 Okt 2020 13:00 WIB

9 Gejala COVID-19 yang Tak Biasa, Apa Saja?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Ilustrasi COVID-19. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Batuk, demam, sesak napas adalah gejala COVID-19 umum dialami oleh pasien COVID. Tapi setelah berjalannya waktu, penelitian menemukan banyak gejala Corona yang tidak biasa.

Seperti yang diketahui, tidak semua pasien COVID-19 mengembangkan gejala, ada juga yang asimptomatik atau tanpa gejala sama sekali. Tapi di antara mereka, ada yang tidak mengembangkan gejala umum namun memiliki keluhan lain, misalnya kehilangan indera penciuman.

Berikut gejala COVID-19 yang tak biasa dikutip dari Medical Daily.

1. Kerontokan rambut

Meski alasannya tidak dipahami, rambut rontok tampaknya merupakan gejala lain yang dialami pasien COVID-19. Beberapa pakar mengaitkannya dengan kondisi yang dialami tubuh saat melawan infeksi. Namun, rambut rontok bisa juga disebabkan oleh banyak hal, selain virus, dan bisa jadi karena stres karena pandemi atau masalah pribadi.

2. Mata merah

Dokter telah memperhatikan bahwa COVID-19 dapat menyebabkan mata merah. Konjungtivis adalah infeksi virus atau bakteri yang menular di konjungtiva mata, selaput yang menutupi bola mata dan garis kelopak mata. Masalah mata lainnya bisa termasuk pembuluh darah merah yang terlihat di bagian putih mata, atau kelopak mata membengkak.

3. Kebingungan

Mayo Clinic mengatakan bahwa orang tua dengan COVID-19 dapat mengalami disorientasi atau kebingungan. Ini tidak mengherankan karena seringkali kebingungan atau perubahan perilaku adalah tanda pertama infeksi virus atau bakteri pada lansia.

4. Ruam atau perubahan warna kulit

Kondisi ini lebih umum dialami oleh pasien Corona usia muda. Pasien COVID-19 dapat mengalami gatal-gatal di tangan atau kaki. Infeksi COVID-19 juga disebut bisa menyebabkan perubahan warna kulit.

5. Sakit perut

Penyakit COVID-19 disebabkan oleh virus pernapasan yang menyerang paru-paru. Tetapi para peneliti telah menemukan bahwa virus mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk usus, atau sistem pencernaan. Beberapa penderita penyakit COVID-19 mengalami diare dan muntah sebelum gejala lain muncul.

6. Sakit kepala

Beberapa orang melaporkan mengalami sakit kepala saat pertama kali terdiagnosa COVID-19. Beberapa pasien bahkan mengaku masih sakit kepala setelah dinyatakan pulih.

"Kami melihat sekelompok kecil orang yang memiliki gejala sakit kepala yang berkepanjangan setelah penyakit akut setelah sembuh," kata ahli saraf Valeriya Klats, MD.

7. Pembekuan dan penggumpalan darah

Menurut sebuah penelitian di Eropa, sekitar sepertiga orang yang dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 mengalami pembekuan darah, yang dapat pecah dan berpindah ke jantung, paru-paru, atau otak. Akibatnya bisa jadi serangan jantung, stroke, atau emboli paru.

8. Gangguan pendengaran

Meski tidak umum, beberapa orang mengeluhkan gangguan pendengaran mendadak setelah mereka terserang COVID-19. Yang lain melaporkan pusing terkait atau tinnitus. Sebuah survei dari Inggris menemukan bahwa satu dari 10 orang yang terinfeksi melaporkan semacam gangguan pendengaran atau tinnitus yang berlangsung hingga delapan minggu.

9. Anosmia

Tidak diketahui alasannya, tetapi beberapa orang dengan COVID-19 kehilangan indra penciuman atau perasa, dan masalahnya dapat bertahan hingga enam minggu atau lebih lama setelah terinfeksi COVID-19.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)