Senin, 12 Okt 2020 13:33 WIB

Tiba November 2020, Ini Beda 3 Vaksin COVID-19 di Indonesia Termasuk Harganya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus corona: Para pemimpin dunia sepakat galang Rp120 triliun demi ciptakan vaksin virus corona Perbedaan tiga vaksin COVID-19 di Indonesia termasuk harganya. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Vaksin Corona COVID-19 rencananya tiba di Indonesia bulan depan. Ada 6,6 juta dosis vaksin COVID-19 yang disebut tiba pada November 2020.

Detikcom merangkum perbedaan ketiga vaksin COVID-19 yang disebut tersedia November di Indonesia. Mulai dari harga, ketersediaan dosis dan penjelasan masing-masing vaksin COVID-19.

1. Sinovac

Perusahaan bioteknologi asal China, Sinovac, mengembangkan vaksin Corona dengan metode inaktivasi. Inaktivasi adalah metode pembuatan vaksin dengan menggunakan versi tidak aktif dari jenis virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu.

Vaksin Corona Sinovac mulai melakukan uji klinis fase III di Indonesia pada 11 Agustus lalu, di Bandung, Jawa Barat. Pelaksanaan uji klinis fase III kandidat vaksin COVID-19 dari China terus dikebut oleh peneliti dari Universitas Padjadjaran dan Biofarma.

"Harga vaksin sinovac antara US$10-US$20," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Sarasehan Virtual 100 Ekonom yang ditayangkan langsung CNBC Indonesia, Selasa (15/9/2020).

Harga perkiraan vaksin Corona Sinovac:

- Rp 148 ribu hingga Rp 296 ribu.

Dosis yang disiapkan:

- 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020.

2. Sinopharm

Vaksin Sinopharm ini memanfaatkan virus Corona yang sudah dilemahkan atau sering disebut dengan inactivated vaccine. Kandidat vaksin ini diklaim menjadi yang pertama di dunia yang menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus.

Ketua China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), Liu Jingzhen, mengatakan kandidat vaksin ini telah melewati uji klinis fase I dan fase II pada 12 April 2020 lalu. Berdasarkan dua fase uji klinis yang dilakukan, vaksin ini tidak menunjukkan adanya dampak yang buruk pada manusia.

"Vaksin ini tidak akan dikenakan harga terlalu tinggi. Diperkirakan akan menghabiskan biaya beberapa ratus yuan untuk satu suntikan, dan untuk dua suntikan biayanya kurang dari 1.000 yuan," Direktur Sinopharm Liu Jingzhen kepada surat kabar Guangming Daily.

Harga perkiraan vaksin Corona Sinopharm:

- Rp 2,1 juta dua kali suntik.

Dosis yang disiapkan:

- 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, 5 juta dosis di antaranya mulai datang pada bulan November 2020.

3. CanSino

CanSino Biologics Inc merupakan perusahaan biofarmasi spesialis vaksin di China, mengembangkan kandidat vaksin Corona bernama Ad5-nCoV bersama tim yang dipimpin pakar penyakit menular dari militer China, Chen Wei.

Vaksin Ad5-nCoV merupakan vaksin hasil rekayasa genetika dengan adenovirus tipe 5 replikasi sebagai vektor untuk mengekspresikan protein SARS-CoV-2. Sebelumnya dari hasil studi hewan praklinis, Ad5-nCoV menunjukkan hasil yang bisa menginduksi respons imun yang kuat pada hewan saat uji coba.

Uji klinis vaksin Cansino dilakukan di Arab Saudi yang melibatkan setidaknya 5.000 sukarelawan yang berada di negara tersebut.

Dosis yang disiapkan:

- 100,000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

Sementara pengembang vaksin hingga saat ini belum mengungkapkan berapa kisaran harga vaksin per dosisnya.



Simak Video "Soal Klaim Sukses Calon Vaksin Corona, WHO Ingatkan Lisensi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)