Selasa, 13 Okt 2020 06:50 WIB

Round Up

November Masuk RI, Kapan Vaksin COVID-19 Mulai Disuntikkan?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Asian Beautiful Doctor Nurse woman in uniform with stethoscope, rubber gloves, mask check syringe injection, portrait , studio lighting dark background four back light flare silhouette copy space VIrus Corona COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Ada tiga vaksin COVID-19 yang masuk Indonesia November 2020. Total 6,6 juta dosis vaksin COVID-19 dari Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac disebut tersedia bulan depan.

Perkiraan harga vaksin COVID-19 tersebut cukup beragam. Ketua China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), Liu Jingzhen, sempat mengatakan vaksin Corona Sinopharm dipatok Rp 2,1 juta dua kali suntikan.

Sementara vaksin Corona Sinovac yang tengah menjalani uji coba di Bandung berkisar ratusan ribu rupiah. "Harga vaksin sinovac antara US$10-US$20," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Sarasehan Virtual 100 Ekonom yang ditayangkan langsung CNBC Indonesia, Selasa (15/9/2020).

Artinya berkisar dari Rp 148 ribu hingga Rp 296 ribu. Lantas kapan sebenarnya vaksin Corona disuntikkan?

Staf Ahli Menteri Kesehatan, Alexander Kaliaga Ginting menegaskan suntik vaksin COVID-19 baru bisa dimulai secara bertahap pada Desember mendatang. Sebab, vaksinasi juga harus mempertimbangkan kriteria penerima vaksin dan tingkat penularan di suatu wilayah.

"Desember (suntik vaksin), akan dilakukan secara bertahap," ujar Alexander, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (12/10/2020).

"Jadi kan untuk persiapan tindakan [suntik vaksin] banyak yang harus dilihat, ada kriteria inklusi-ekslusi, kalau dia lagi demam ya ditunda, kalau daerah tingkat penularan tinggi ya dikonsolidasi dulu, kalau ada bencana kita konsolidasikan dulu, itu harus diperhatikan," katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku sudah membicarakan kehalalan vaksin Corona bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Vaksin Corona yang tersedia di Indonesia dipastikan halal.

"Terkait dengan halal, sudah dibahas dengan MUI, insya allah karena untuk pandemi COVID-19, semuanya Insya Allah halal," jelas Airlangga dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube Senin (12/10/2020).

Berikut penerima vaksin COVID-19 gratis menurut paparan Menteri Kesehatan RI:

  • Garda terdepan yang tidak mampu secara ekonomi
  • Masyarakat peserta penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.


Simak Video "9 Kandidat Vaksin Corona Jika Indonesia Resmi Bergabung COVAX"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)