Selasa, 13 Okt 2020 13:05 WIB

Uji Klinis 2 Vaksin COVID-19 Ini Sempat Disetop karena Relawan Jatuh Sakit

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Virus corona: China diam-diam uji coba vaksin Covid-19 pada para pekerja Vaksin COVID-19 (Foto: BBC World)
Jakarta -

Uji klinis tahap akhir vaksin kandidat vaksin COVID-19 Johnson & Johnson dijeda sementara setelah seorang mengalami 'unexplained illness' yang kini kondisinya tengah diawasi oleh Data Safety Monitoring Board (DSMB).

Perusahaan tersebut dalam pernyataan resminya menyebut kondisi yang dialami relawan itu sangat umum terjadi dalam uji klinis. Masih belum jelas apakah relawan yang sakit merupakan penerima suntikan vaksin atau plasebo.

JNJ menolak untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang penyakit tersebut, dengan alasan privasi peserta.

"Kami harus menghargai privasi partisipan. Kamu juga terus mempelajari penyakit partisipan untuk mendapatkan semua fakta sebelum kami membagikan informasi lebih lanjut," tulis JNJ dalam pernyataan resminya.

Ini merupakan penangguhan kedua yang terjadi di antara beberapa kandidat vaksin COVID-19 yang telah melakukan uji klinis skala besar.

Sebelumnya, pada 9 September, uji klinis vaksin AstraZeneca dan Universitas Oxford dihentikan sementara setelah seorang partisipan mengembangkan gejala neurologis parah yang konsisten dengan myelitis transversal.

Penelitian sebelumnya dihentikan pada Juli selama beberapa hari setelah peserta yang mendapat vaksin mengalami gejala neurologis; ternyata itu adalah kasus multiple sclerosis yang tidak terdiagnosis yang tidak terkait dengan vaksin.

Setelah sempat dihentikan dua kali, uji klinis vaksin AstraZeneca dilanjutkan setelah mendapat izin dari pemerintah Inggris.

"Uji klinis untuk vaksin virus korona AstraZeneca Oxford, AZD1222, telah dilanjutkan di Inggris menyusul konfirmasi dari Medicines Health Regulatory Authority (MHRA) bahwa itu aman untuk dilakukan," jelas AstraZeneca dalam pernyataan resmi, dikutip dari AFP, Sabtu (12/9/2020).



Simak Video "Pfizer Uji Coba Vaksin untuk Anak 2-5 Tahun, Hasilnya Belum Berhasil"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)