Selasa, 13 Okt 2020 17:30 WIB

Banyak Demonstran Omnibus Law Reaktif COVID-19, Satgas Prediksi Lonjakan Kasus

Firdaus Anwar - detikHealth
Rapid test Rapid test virus Corona COVID-19 (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Di berbagai daerah di Indonesia beberapa hari ini ramai gerakan demonstrasi besar-besaran menolak Omnibus Law atau Undang-undang Cipta Kerja. Hal ini disebut Satgas Penanganan COVID-19 kemungkinan akan semakin meningkatkan kasus Corona di Indonesia.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan dari sebagian demonstran yang diamankan oleh polisi dan TNI, diketahui beberapa menunjukkan hasil reaktif. Wiku memprediksi kemungkinan akan terjadi lonjakan kasus dalam waktu 2 minggu ke depan.

"Ini adalah cerminan puncak gunung es dari hasil pemeriksaan yang menunjukkan contoh kecil saja bahwa virus ini bisa menyebar dengan cepat dan luas. Angka ini diprediksi akan meningkat dalam 2-3 minggu ke depan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Selasa (13/10/2020).

Sebagai langkah antisipasi, Satgas COVID-19 mengimbau pihak universitas yang mahasiswanya ikut demonstrasi lanjutan agar didata dan dites. Nantinya bila hasil tes reaktif maka harus segera ditelusuri kontak dekat dan disiapkan lokasi isolasi.

Sementara untuk kelompok buruh disarankan membentuk Satgas COVID-19 di tingkat perusahaan. Satgas selanjutnya berfungsi sebagai koordinator antara kaum buruh dengan pemerintah setempat dalam melaksanakan screening pada siapa saja yang turut melakukan aksi demo.



Simak Video "Studi Inggris: Antibodi Bisa Bertahan 6 Bulan Pasca Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)