Selasa, 13 Okt 2020 19:39 WIB

Peneliti Vaksin COVID-19 RI Tak Cemaskan Tren Anti-Vaksin, Ini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Virus corona: China diam-diam uji coba vaksin Covid-19 pada para pekerja Vaksin COVID-19. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Sampai hari ini, ilmuwan dan pakar di dunia termasuk di Indonesia masih terus mencari vaksin untuk mengatasi virus Corona. Ini juga menjadi harapan banyak orang untuk mengatasi pandemi yang muncul sejak akhir 2019 ini.

Namun, soal vaksin ini juga menimbulkan perpecahan kalangan, baik yang percaya atau bahkan menjadi golongan anti vaksin.

Ketua tim uji riset vaksin COVID-19 Universitas Padjadjaran Prof Dr Kusnandi Rusmil, dr., SpA(K), MM, mengatakan tidak khawatir melihat tren anti vaksin atau golongan yang tidak percaya vaksin. Menurutnya, golongan anti vaksin itu akan hilang dengan sendirinya.

"Tanggapan yang ada di masyarakat itu (anti vaksin) saya pikir dengan berjalannya waktu nanti lama-lama akan baik," kata Prof Kusnandi dalam pemaparannya yang disiarkan di YouTube LaporCOVID-19, Selasa (13/10/2020).

"Karena sekarang ini penyakitnya itu ada, penyakitnya masih baru, virusnya baru kita kenal 10 bulan ini, yang sakit itu banyak sudah di seluruh dunia, yang meninggal juga sudah banyak. Mau tidak mau masyarakat nanti akan mengharapkan vaksin," jelasnya.

Prof Kusnandi mengatakan, para anti vaksin hanya masih terbayang-bayang kontroversi yang sempat muncul terkait kehadiran vaksin ini. Salah satu contohnya adalah isu masalah terkait vaksin untuk virus Corona ini halal atau haram.



Simak Video "6 Vaksin Corona yang Sudah Kantongi Restu dari WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)