Minggu, 18 Okt 2020 17:00 WIB

Ada 11 Kandidat Potensial Vaksin COVID-19 di Dunia, Kapan Siap Diberikan?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ada 11 kandidat potensial vaksin COVID-19 di dunia, kapan vaksin siap diberikan? (Foto: iStock)
Jakarta -

Vaksin virus Corona COVID-19 masih terus dikembangkan oleh para ilmuwan di berbagai negara. Dikutip dari The Guardian, dari 170 lebih kandidat vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan, 11 di antaranya sudah memasuki uji klinis tahap 3.

Berikut ini daftarnya.

  • Oxford University/AstraZeneca
  • BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer
  • Novavax
  • CanSino Biologics Inc./Beijing Institute of Biotechnology
  • Modern/NIAID
  • Sinovac
  • Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm
  • Janssen Pharmaceutical Companies
  • Gamaleya Research Institute
  • Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm
  • University of Melbourne/Murdoch Children's Research Institute.

Kapan vaksin COVID-19 bisa diberikan?

Sebelum vaksin COVID-19 diberikan kepada masyarakat, calon vaksin ini perlu melewati berbagai proses. Tahapan tersebut dimulai dari uji praklinik, uji klinis tahap 1, hingga akhirnya mendapatkan persetujuan dari otoritas berwenang, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Berikut proses yang perlu diketahui dalam pengembangan vaksin hingga mendapatkan persetujuan.

Tahap uji klinis vaksin

Dikutip dari ABC, vaksin yang siap diberikan kepada masyarakat harus sudah dinyatakan aman dan efektif dalam menangkal infeksi virus.

Hal ini dapat dibuktikan setelah vaksin berhasil melewati beberapa tahap uji coba kepada hewan dan manusia. Umumnya uji coba pada manusia akan dilakukan secara tiga tahap dan berlangsung hingga bertahun-tahun.

Pada uji klinis tahap 1, jumlah orang yang menjadi relawan penerima vaksin masih sedikit, kemudian jumlahnya akan bertambah di setiap tahap selanjutnya.

Setelah tiga tahap tersebut dilaksanakan, kandidat vaksin akan dievaluasi, apakah vaksin tersebut menimbulkan efek samping, keluhan, atau semua berjalan baik-baik saja.

Selain itu, tidak semua relawan mendapatkan suntikan vaksin. Sebagian di antara mereka akan diberikan plasebo atau obat kosong.

"Jika lebih banyak orang dalam kelompok plasebo yang terinfeksi atau menderita sakit parah, maka vaksin tersebut dianggap dianggap efektif," ucap Dr Paul Goepfert, MD, ahli mikrobiologi di Universitas Alabama, Amerika Serikat.

Hal ini karena vaksin dirancang untuk mengurangi risiko infeksi meringankan gejala mereka yang sudah terinfeksi. Uji klinis pun dapat dihentikan atau ditangguhkan, jika kandidat vaksin menunjukkan efek samping yang berbahaya.

Persetujuan vaksin

Setelah melewati semua tahapan uji klinis, data-data akan diberikan pada badan khusus untuk ditelaah lebih lanjut, apakah kandidat vaksin ini bisa mendapatkan lisensi atau persetujuan atau tidak untuk didistribusikan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan, jika kandidat vaksin terbukti dapat melindungi 50 persen orang dari infeksi virus, maka perizinan vaksin bisa dipertimbangkan, baik untuk penggunaan darurat maupun persetujuan penuh.

Meski begitu, vaksin harus tetap terbukti efektivitas dan keamanan penggunaannya.



Simak Video "Deretan Calon Vaksin Corona yang Hampir Selesai Diuji Klinik"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)