Rabu, 21 Okt 2020 17:34 WIB

Benarkah Vaksin COVID-19 Malah Bisa Memperparah Infeksi? Ini Kata Peneliti

Firdaus Anwar - detikHealth
Sepekan terakhir ini dunia informasi media ramai diwarnai oleh berita banjir bandang yang terjadi di Sukabumi hingga pidato Presiden Jokowi di Sidang PBB. Vaksin COVID-19 dari Sinovac. (Foto: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Di media sosial sempat ramai pembahasan terkait fenomena efek samping antibody-dependent enhancement (ADE) pada pemberian vaksin COVID-19. Disebutkan ADE justru dapat memperkuat infeksi sehingga menyebabkan gejala yang lebih parah.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran yang juga Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19, Kusnandi Rusmil, menjelaskan fenomena ADE sejauh ini tidak terbukti tampak pada vaksin COVID-19.

"ADE ini adalah fenomena yang terjadi kalau kuman penyakitnya itu mempunyai antigen lebih dari satu. Kan kalau dari virus COVID ini antigennya satu," kata Kusnandi dalam konferensi pers Kelanjutan Uji Klinis Vaksin Covid-19 pada Rabu (21/10/2020).

"Penelitian antigen untuk virus ini sudah dicoba dalam uji praklinik dan sudah diperiksa juga. Dalam COVID ini tidak terjadi ADE," lanjutnya.

Menurut Kusnandi sejauh ini fenomena ADE baru terlihat pada virus demam berdarah.

Fenomena ADE pada kasus MERS, SARS, Ebola, dan HIV pun juga hanya ditemukan in silico (simulasi komputer) dan in vitro (percobaan di cawan petri laboratorium).



Simak Video "Kabar Terkini Uji Klinis Vaksin Sinovac Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)