Rabu, 21 Okt 2020 19:15 WIB

Hadapi Long Weekend, Ini Upaya yang Disiapkan Satgas COVID-19 dan Kemenhub

Firdaus Anwar - detikHealth
Jelang libur panjang, kemacetan langsung terjadi di sejumlah jalan ibu kota. Kepadatan kendaraan membuat lalin menjadi macet. Mobilitas di long weekend diprediksi meningkat. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Menjelang akhir bulan Oktober 2020, ada kekhawatiran libur panjang (long weekend) yang terjadi dapat membuat situasi wabah COVID-19 di Indonesia semakin buruk. Ini karena saat libur panjang biasanya akan ada banyak orang yang bepergian sehingga kasus melonjak.

"Kita harus belajar banyak dari apa yang sudah terjadi di masa pandemi ini," kata Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo, merujuk pada pengalaman Indonesia di momen lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.

Doni menjelaskan Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan agar para menteri dan Satgas COVID-19 bekerja lebih keras lagi menghadapi long weekend. Jangan sampai fenomena lonjakan kasus virus Corona usai libur panjang kembali terulang.

"Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, mungkin hari ini atau besok akan membuat surat edaran kepada seluruh gubernur meminta agar mengendalikan dan mengelola semua tempat wisata yang jadi tujuan dari wisatawan," papar Doni dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB, Rabu (21/10/2020).

"Kerja sama ini tidak boleh lepas juga dari peran dunia usaha. Khususnya yang mengelola tempat pariwisata agar betul-betul menaati surat edaran yang nantinya dikeluarkan oleh menteri dalam negeri, maupun bupati, wali kota, dan gubernur. Sehingga tempat wisata tidak boleh (kapasitasnya -red) lebih dari 50 persen," lanjut Doni.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi dalam kesempatan yang sama juga menjelaskan akan berdiskusi dengan operator transportasi. Diharapkan para operator bisa meningkatkan kapasitas armadanya sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang dan mengetatkan protokol kesehatan.

Budi juga berharap nantinya ada keterlibatan TNI dan Polri dalam pengawasan kedisiplinan protokol kesehatan.

"Kita diskusi dengan menteri pariwisata. Pada saat kita ratas juga ada Kapolri dan TNI... Saya berpikir keterlibatan TNI Polri di tempat-tempat wisata ini memang harus dijaga. Tidak terbatas di angkutan saja," jelasnya.



Simak Video "Mari Liburan Aman dengan Menghindari Tempat Wisata Hits"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)