Kamis, 22 Okt 2020 07:15 WIB

Relawan Vaksin AstraZeneca yang Meninggal Terima Plasebo, Komponen Apa Itu?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Female doctor holding a syringe Virus Corona COVID-19 (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Sukarelawan uji klinis vaksin COVID-19 AstraZeneca asal Brasil meninggal. Surat kabar lokal Brasil O Globo, melaporkan bahwa relawan tersebut telah diberi plasebo, bukan vaksin COVID-19 eksperimental.

Relawan yang meninggal adalah dokter berusia 28 tahun yang merawat pasien COVID-19 di Rio de Janeiro.

Plasebo atau obat kosong adalah komponen kontrol standar dari uji klinis yang dilakukan untuk membuat penilaian tentang kemanjuran obat atau perawatan medis. Plasebo sendiri merupakan zat tidak aktif yang terlihat seperti obat, vaksin, atau pengobatan yang sedang diuji.

Saat melakukan uji klinis, relawan dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok uji dan kelompok plasebo.

Untuk mendapatkan hasil uji yang objektif dan tidak bias, relawan uji klinis juga tidak tahu akan masuk kelompok mana. Pemberian plasebo dirahasiakan agar pasien yang dijadikan subjek uji dalam kelompok pembanding tidak terpengaruh.

"Kelompok kontrol selalu ada. Jadi diacak, jadi orang yang diberi vaksin atau plasebo tidak boleh dipilih-pilih," kata Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (LBME), Prof Amin Soebandrio, saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

"Misalnya ada 100 orang, siapa yang akan mendapat plasebo atau obat sebenarnya, tidak ada yang tahu. Para peneliti maupun relawannya tidak boleh tahu," sambungnya.

Meski plasebo tidak berisi apa-apa, beberapa studi memperlihatkan efeknya bisa sama seperti kelompok uji atau orang yang diberi pengobatan sebenarnya. Diperkirakan bahwa efek plasebo dihasilkan dari cara pikiran dapat mempengaruhi tubuh.

Plasebo adalah bagian penting dari studi klinis karena memberikan peneliti titik perbandingan untuk terapi baru.



Simak Video "Relawan Ceritakan Efek Samping yang Dialami dari Vaksin Pfizer"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)