Kamis, 22 Okt 2020 10:19 WIB

Total 13 Meninggal Usai Suntik, Korsel Bantah Terkait Vaksin Flu

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Terus bertambah, total 13 warga Korsel yang meninggal usai diberikan vaksin flu. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Total warga Korea Selatan yang dilaporkan meninggal usai suntik vaksin flu terakhir sebanyak 13 orang. Menurut laporan resmi media lokal, dalam beberapa hari terakhir, hal ini memicu kekhawatiran publik soal keamanan vaksin.

Dikutip dari Reuters, Otoritas Korea Selatan mengatakan kematian warga tersebut tidak ada kaitan langsung dengan vaksinasi influenza. Sementara itu, Korsel juga memastikan tidak akan menangguhkan program vaksinasi flu untuk 19 juta orang secara gratis usai adanya laporan kematian tersebut.

"Tidak ada zat beracun yang ditemukan dalam vaksin, dan setidaknya lima dari enam orang yang diselidiki memiliki kondisi yang lebih dulu ada (penyakit penyerta)," kata para pejabat.

Para pejabat telah melaporkan sembilan kematian setelah vaksinasi flu dan kantor berita Yonhap melaporkan empat lainnya pada hari Kamis.

Total 13 kematian yang dilaporkan termasuk seorang anak laki-laki berusia 17 tahun dan seorang pria berusia 70 tahun. Laporan kematian tercatat usai program vaksinasi flu gratis untuk remaja dan lansia dimulai kembali.

Program tersebut ditangguhkan selama tiga minggu setelah ditemukan bahwa sekitar 5 juta dosis, yang perlu disimpan di lemari es, telah terpapar pada suhu kamar saat diangkut ke fasilitas medis.

Vaksin Korea Selatan berasal dari berbagai sumber. Produsen termasuk pembuat obat lokal GC Pharma, SK Bioscience dan Ilyang Pharmaceutical Co, bersama dengan Sanofi Prancis dan Glaxosmithkline Inggris. Distributor termasuk LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co Ltd, sebuah unit dari Boryung Pharm Co Ltd.



Simak Video "Ini Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)