Rabu, 28 Okt 2020 13:01 WIB

Iran Catat 1 Kematian Akibat COVID-19 Tiap 5 Menit, Apa yang Terjadi?

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Iran catat 1 kematian akibat Corona tiap 5 menit sekali. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Iran melaporkan rata-rata ada satu penduduk di negara tersebut yang meninggal akibat virus Corona COVID-19 setiap lima menit sekali, atau setara dengan kematian sekitar 300 jiwa setiap harinya.

Dikutip dari laman Middle East Eye, otoritas kesehatan setempat mengatakan bahwa rumah sakit di banyak provinsi di Iran mulai tidak mampu menampung pasien kasus virus Corona COVID-19.

Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, mengatakan pandemi dapat menyebabkan 600 kematian setiap hari jika negara tersebut gagal menghormati protokol kesehatan. Pemerintah setempat menyatakan penduduk kerap mengabaikan aturan untuk menjaga jarak.

Dalam keterangan stasiun televisi setempat, pemerintah mengatakan seorang warga Iran kritis akibat COVID-19 setiap lima menit. Angka tersebut sesuai dengan penghitungan kematian harian yang dilaporkan oleh pemerintah setempat, yakni sedikit di atas atau di bawah 300 selama 20 hari terakhir.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari, mengatakan pada Minggu pekan lalu, bahwa 32.616 orang telah meninggal karena virus tersebut dan jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai 568.896 orang.

Akan tetapi, beberapa ahli meragukan keakuratan jumlah korban resmi COVID-19 di Iran. Sebuah laporan oleh pusat penelitian parlemen Iran pada April lalu menunjukkan bahwa jumlah kasus virus Corona yang sebenarnya mungkin hampir dua kali lipat dari yang diumumkan oleh Kemenkes Iran.

Laporan itu mengatakan angka resmi COVID-19 Iran hanya didasarkan pada jumlah kematian di rumah sakit dan orang-orang yang telah dites positif terpapar COVID-19.

Sejak tanggal 3 Oktober, Teheran telah menutup sekolah, masjid, toko, restoran, dan institusi publik lainnya. Stasiun televisi pemerintah melaporkan karena kasus Corona dan kematian akibat Corona terus mencapai rekor tertinggi, penutupan pun akan diperpanjang hingga 20 November mendatang.

Para pejabat mengatakan "tindakan dan pembatasan ekstrem" akan diberlakukan setidaknya di 43 daerah di seluruh negeri selama satu minggu, di mana tingkat infeksi telah mengkhawatirkan.

Sampai saat ini tercatat 21 dari 31 provinsi di Iran berada dalam status siaga merah virus Corona.

Hingga saat ini jumlah kasus virus Corona di Iran mencapai 581.824 orang, 33.299 kematian, dan 463.611 orang dinyatakan sembuh.



Simak Video "Jumlah Kematian Akibat Corona Tembus 1 Juta Jiwa"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)