Minggu, 01 Nov 2020 14:46 WIB

China Temukan Jejak COVID-19 pada Daging Babi Beku Asal Brasil

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
close up of a pigs face on a truck, behind bars China menemukan jejak COVID-19 pada kemasan makanan babi beku. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/pidjoe)
Jakarta -

Kumpulan kemasan daging babi beku dari Brasil di China disebut positif COVID-19. Daging babi beku tersebut memasuki sebuah distrik di Provinsi Shandong, China wilayah timur.

Dikutip dari Reuters, pemerintah setempat mendesak warganya yang bersentuhan dengan babi untuk melapor ke pihak berwenang. Namun, tak disebutkan dari perusahaan Brasil mana yang mengimpor daging babi beku terkontaminasi COVID-19.

Temuan COVID-19 pada kemasan makanan beku mulai dari salmon hingga sayap ayam ditemukan China beberapa waktu lalu. Tak sedikit yang khawatir apakah ada kemungkinan risiko penularan COVID-19 melalui makanan.

Seorang ahli sempat berpendapat kalau penularan COVID-19 melalui makanan terbilang kecil. Terlebih jika masyarakat terbiasa mencuci tangan usai memegang berbagai permukaan.

"Orang-orang tidak perlu terlalu khawatir jika mereka mencuci tangan atau membersihkan tangan setelah memegang sebelum menyentuh wajah," kata seorang ahli penyakit dalam dan gastroenterologi di New York dan asisten profesor di Touro College of Medicine, Dr Niket Sonpal yang dikutip dari Healthline.

Begitu pun dengan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang memastikan COVID-19 tak mungkin ditularkan melalui makanan.

Namun pernyataan berbeda datang dari CDC China. CDC China beberapa waktu lalu mengaku makanan yang terkontaminasi COVID-19 bisa menularkan virus dan menyebabkan infeksi COVID-19.

Kesimpulan ini datang saat CDC China mendeteksi dan mengisolasi virus Corona hidup pada kemasan luar makanan beku. Studi ini dilakukan sekaligus untuk melacak virus yang dilaporkan pekan lalu di kota Qingdao.

"Penemuan itu, yang pertama di dunia, menunjukkan kemungkinan virus ditularkan dari jarak jauh melalui barang beku," kata CDC China beberapa waktu lalu.

Namun, dalam hal ini belum ada bukti kasus yang terjadi bahwa penularan COVID-19 bisa terjadi melalui makanan.

"Pernyataan terbaru CDC China tidak menunjukkan bukti kuat bahwa dua pekerja di Qingdao tertular virus dari kemasan secara langsung, bukannya tertular virus dari tempat lain dan kemudian mencemari kemasan makanan yang mereka tangani," kata Jin Dong-Yan, seorang ahli virologi. profesor di Universitas Hong Kong.



Simak Video "3 Ribu Kamar Karantina Dibangun China Usai Corona Melonjak Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)