Senin, 02 Nov 2020 15:41 WIB

Alasan Psikologis Pengendara Moge Kerap Arogan Saat Konvoi di Jalanan

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah pengendara Moge melintas di Flyover Pancoran, Jakarta, Minggu (31/05/2020). Mereka berkonvoi jelang penerapan new normal. Konvoi moge. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Belakangan, ramai kasus pengeroyokan prajurit TNI yang dilakukan oleh sejumlah anggota Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter (HOG SBC) di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Aksi arogan anggota klub moge tersebut pun menuai kecaman dari masyarakat. Meski tak semua anggota klub moge memiliki sifat arogan, tetapi mengapa ketika mereka bersama di jalan cenderung lebih 'beringas'?

Menurut psikolog sosial dari Universitas Tarumanegara, Bonar Hutapea SPsi, MPsi, saat seseorang tergabung dalam suatu komunitas seperti klub moge, identitas dirinya akan melebur bersama kelompok dan menimbulkan rasa kebanggaan, sehingga mereka akan lebih berani dalam bertindak.

"Jadi semacam ada kepribadian kelompok itu dirasakan setiap orang dalam kelompok itu atau sense of in group, yang membuat kami berbeda dengan Anda, kami tampak lebih unggul daripada Anda dan kelompok kami penting daripada Anda," kata Bonar saat dihubungi detikcom, Senin (2/11/2020).

"Jadi sense of in group-nya itu kuat, yang kadang-kadang membuat jadi lebih arogan," tambahnya.

Selain itu, menurut psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, tingginya rasa solidaritas dari kelompok juga bisa menjadi faktor pendorong seseorang dari anggota klub moge berperilaku arogan dijalan.

"Dalam suatu kelompok bisa terdapat rasa persaudaraan yang kuat diantara anggotanya yang dapat membuat orang yang bergabung di dalamnya merasa terlindung atau merasa akan dilindungi atas apa yang dilakukannya atau atas apa yang terjadi dengannya ketika bersama-sama dengan kelompok tersebut," jelas Vero dalam wawancara terpisah.



Simak Video "Toxic Positivity, Racun Dibalik Ucapan Semangat"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)