Selasa, 03 Nov 2020 23:00 WIB

Bagaimana Jika Relawan Vaksin COVID-19 Mengalami Efek Samping? Ini Kata Pakar

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Asian Beautiful Doctor Nurse woman in uniform with stethoscope, rubber gloves, mask check syringe injection, portrait , studio lighting dark background four back light flare silhouette copy space Vaksin COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Uji klinis vaksin Corona dari Sinovac di Indonesia sampai saat ini masih terus berjalan. Menurut peneliti, proses ini berjalan dengan baik dan diperkirakan bisa selesai pada Maret 2021 mendatang.

Terkait uji klinis ini, masyarakat banyak yang masih bertanya-tanya apakah ada efek samping ataupun KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) yang akan muncul pasca disuntik vaksin. Tetapi, ini dipandang hal yang bisa saja terjadi.

"KIPI bisa saja kalau memang orangnya nggak kuat sama vaksin. Begitu divaksin, dia itu gatal, atau merah-merah, atau pingsan itu memang ada," ujar Ketua Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 Kusnandi Rusmil dalam konferensi pers yang disiarkan Kemkominfo pada Selasa (3/11/2020).

Menurut Prof Kusnandi, hal ini bisa saja terjadi karena orang yang divaksin itu sensitif terhadap kandungan yang ada di dalam vaksin. Ia menjelaskan, vaksin itu terdiri dari berbagai macam isi, mulai dari bahan vaksin hingga pengawet.

"Vaksin kan isinya macam-macam. Selain bahan vaksin, ada juga untuk pengawet, antibiotik, ada macam-macam zat, ada 5 macam yang kita masukkan. Mungkin ada yang nggak kuat sama zat tersebut. Ada juga yang nggak kuat sama zat campuran vaksin, dan sebagainya, dan itu hal yang biasa," jelasnya.

Mengenai uji klinis vaksin Sinovac, sampai saat ini masih berjalan cukup baik. Prof Kusnandi mengatakan sudah ada 1.620 warga Indonesia yang ikut serta, dan sampai saat ini tidak ada terjadi hal yang mengkhawatirkan.

"Selama ini tidak ditemukan adanya hal yang menakutkan, paling demam dan akan hilang dalam 2 hari. Ada yang sakit, tapi bukan karena vaksin," kata Prof Kusnandi.



Simak Video "Kemenkes Imbau Calon Penerima Vaksin Corona Jujur saat Skrining"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)