Epidemiolog Sebut COVID-19 Belum Tentu Terkendali Meski Kasusnya Turun

Epidemiolog Sebut COVID-19 Belum Tentu Terkendali Meski Kasusnya Turun

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 04 Nov 2020 18:02 WIB
Epidemiolog Sebut COVID-19 Belum Tentu Terkendali Meski Kasusnya Turun
Virus Corona COVID-19. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Dalam dua minggu terakhir data kasus harian COVID-19 di Indonesia cenderung turun. Satgas Penanganan COVID-19 bisa melaporkan sekitar 4.000 kasus COVID-19 per hari di awal bulan Oktober, namun kini jumlah tersebut berkurang menjadi sekitar 2.000 sampai 3.000 kasus saja per hari.

Kepala Bidang Pengambangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, dr Masdalina Pane, menjelaskan penurunan kasus tersebut belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Ini karena secara umum jumlah tes spesimen yang dilakukan juga mengalami penurunan.

"Sampai saat ini untuk Indonesia belum ada tanda-tanda akan berakhir. Walaupun dalam dua minggu tiga minggu terakhir ini angka kasus itu mulai turun, tetapi ternyata testing kita juga turun," kata dr Pande dalam diskusi yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia pada Rabu (4/11/2020).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita masih belum bisa menyatakan bahwa pandemi ini sudah terkendali di negara kita," lanjutnya.

Jumlah pemeriksaan spesimen di Indonesia memang sempat hampir menyentuh angka 50.000 per hari. Namun selama periode libur panjang 28 Oktober sampai 1 November, jumlah spesimen yang diperiksa berkurang. Berikut detailnya:

ADVERTISEMENT
  • 28 Oktober: 40.572 spesimen, 4.029 kasus baru
  • 29 Oktober: 34.317 spesimen, 3.565 kasus baru
  • 30 Oktober: 24.854 spesimen, 2.897 kasus baru
  • 31 Oktober: 29.001 spesimen, 3.143 kasus baru
  • 1 November: 23.208 spesimen, 2.696 kasus baru

"Kita belum masuk ke second wave, bahkan turun baru beberapa minggu. Masih belum bisa katakan benar-benar murni turun. Apakah karena kasusnya sedikit atau testing kita turun selama seminggu terakhirlah setidaknya," pungkas dr Pane.




(fds/naf)

Berita Terkait