Senin, 09 Nov 2020 08:45 WIB

Joe Biden Salah Ucap Soal COVID-19 AS: 230 'Juta' Warga AS Meninggal?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden speaks, Friday, Nov. 6, 2020, in Wilmington, Del., as Democratic vice presidential candidate Sen. Kamala Harris, D-Calif., listens. (AP Photo/Carolyn Kaster) Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden. (Foto: AP/Carolyn Kaster)
Jakarta -

Joe Biden, presiden terpilih Amerika Serikat (AS) membuat kesalahan dalam pidato terpenting di hidupnya, Sabtu malam. Ia salah menyebut jumlah orang yang meninggal akibat COVID-19 di AS.

Dikutip dari Daily Mail, kejadian ini terjadi saat pria 77 tahun naik ke panggung untuk pidato pertamanya sebagai presiden terpilih AS. Joe Biden dengan penuh semangat memberikan pidato kemenangan atas presiden terpilih AS pada ratusan pendukung di Wilmington, Delware.

"Saya harap itu dapat memberikan kenyamanan dan penghiburan bagi lebih dari 230 juta, ribu, keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai karena virus Corona COVID-19 yang mengerikan tahun ini," sebut Joe Biden setelah melafalkan himne.

Jumlah kematian akibat virus Corona COVID-19 saat ini di AS tercatat lebih dari 230 ribu kasus, bukan lebih dari 230 juta. Biden pun langsung memperbaiki kesalahan penyebutannya menjadi lebih dari 230 ribu.

Biden dikenal memiliki gagap dan kondisi ini sudah memengaruhinya sejak kecil.

Pernyataan Mantan Wakil Presiden ini juga sempat dinilai blunder verbal di kongres masa lalu. Namun, Biden meyakini kondisi ini tak terlalu berpengaruh dan tidak membawa beban dalam menjalankan tugas.

Cukup sehatkah Joe Biden menjalani tugas kepresidenan Amerika Serikat?

Kesiapan Joe Biden dalam menjalani tugas kepresidenan dikhawatirkan sejumlah orang karena sudah lanjut usia. Seperti yang disebutkan Richard Dupee, MD, chief of geriatrics di Tufts Medical Center, ada peningkatan risiko kesehatan yang muncul seiring bertambah usia.

"Terutama risiko penurunan kognitif," sebut Dupee.

Di atas usia 65 tahun, risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer atau demensia vaskular meningkat dua kali lipat setiap 5 tahun. Demensia memengaruhi satu dari 14 orang berusia di atas 65 tahun dan satu dari enam orang di atas 80 tahun.

Namun, Dr Kevin O'Connor dari The George Washington University menjelaskan kondisi Biden cukup sehat baik secara fisik maupun mental.

"Saraf kranial dan fungsi vestibularnya adalah normal," sebutnya.



Simak Video "Joe Biden Bakal Umumkan Strategi Baru Lawan Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)