Senin, 09 Nov 2020 13:16 WIB

Kisah Pilu Mahasiswi Kena Corona, Meninggal Saat Jalani Karantina di Asrama

Ayunda Septiani - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Ilustrasi pasien Corona. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Seorang mahasiswi psikologi berusia 20 tahun di Grace College di Winona Lake, Indiana, ditemukan meninggal dunia di kamar asramanya pada 30 Oktober lalu, 10 hari setelah mengembangkan gejala COVID-19.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh keluarganya, Nesbitt menderita emboli paru, di mana kondisi penyumbatan di salah satu arteri paru-paru, yang disebabkan oleh pembekuan darah. Pembekuan darah adalah komplikasi umum dan mematikan dari COVID-19.

Nesbitt mulai mengalami gejala pada Minggu 20 Oktober lalu dan menjalani tes virus Corona COVID-19 pada 22 Oktober. Namun, karena kesalahan administrasi yang tidak diketahui penyebabnya, ia pun tidak menerima hasil tesnya.

Dikutip dari laman Insider, setelah empat hari berikutnya ia tetap berhubungan dekat dengan keluarganya, dan juga diawasi oleh staf kampus.

Tetapi pada 26 Oktober, kadar oksigen Nesbitt menjadi turun. Ia pun dibawa ke ruang gawat darurat, di mana dokter menduga Nesbitt menderita COVID-19. Tetapi mereka menganggapnya ini sebagai kasus ringan, sehingga memulangkannya kembali ke asrama untuk beristirahat.

Pada 29 Oktober, Nesbitt kembali dites dan mengaku bahwa demamnya tidak sampai lebih dari sehari. Ia pun menonton film sampai tertidur. Hari berikutnya ia ditemukan meninggal dunia pada pukul 10 pagi.

Hasil tes keduanya menunjukkan bahwa ia positif terinfeksi virus Corona.

"Bethany adalah adik terkecil kami, bungsu dari sembilan bersaudara. Dia mencintai Tuhan, menyukai meme, dan dia mencintai keluarga serta teman-temannya," tulis sang kakak, Stephen Nesbitt di Twitter.

Para dokter khawatir dengan banyaknya anak muda yang mengalami pembekuan darah akibat virus Corona COVID-19. Penggumpalan darah telah muncul sebagai komplikasi umum yang parah.

Gumpalan dapat menghambat aliran darah dengan memblokir arteri, menebalkan darah, dan menghalangi pergerakan melalui vena sepenuhnya.



Simak Video "Riset Eijkman Ungkap 3 Gejala Umum COVID-19 yang Ditemukan Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)