Jumat, 13 Nov 2020 16:02 WIB

Bahas RUU Minuman Beralkohol, Ini Dampak Minuman Keras bagi Kesehatan

Lusiana Mustinda - detikHealth
Young depressed man Foto: Getty Images/eclipse_images
Jakarta -

RUU Minuman Beralkohol sedang dibahas Badan Legislasi DPR. Dalam RUU tersebut disebutkan para peminum atau orang yang mengonsumsi minuman beralkohol dapat dipidana.

Menurut pengusulnya, RUU Minuman Beralkohol ini dirancang untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif, menciptakan ketertiban dan ketentraman di masyarakat dari para peminum alkohol.

Anggota Baleg DPR RI Fraksi PPP Illiza Sa'aduddin Djamal dalam rapat Selasa (10/11/2020) menyebut minuman beralkohol selama ini lebih banyak membawa dampak negatif terhadap kehidupan sosial dan bahkan ekonomi masyarakat.

Dari sisi kesehatan, minuman beralkohol jika dikonsumsi secara berlebihan memang dapat memberikan efek negatif pada tubuh manusia.

Dilansir dalam Healthline, berikut beberapa dampak konsumsi minuman beralkohol:

1. Kerusakan Hati

Hati adalah organ yang membantu mencegah dan menghilangkan zat berbahaya dari tubuh, termasuk alkohol. Penggunaan alkohol jangka panjang dapat mengganggu proses ini.

Hal ini juga dapat meningkatkan risiko peradangan hati kronis dan penyakit hati. Jaringan parut yang disebabkan oleh peradangan dikenal sebagai sirosis. Pembentukan jaringan parut ini akan merusak hati.

Karena hati semakin rusak, semakin sulit mengeluarkan zat beracun dari tubuh. Penyakit hati dapat mengancam jiwa dan menyebabkan racun serta penumpukan limbah di dalam tubuh.

Wanita berisiko lebih tinggi terkena penyakit hati alkoholik. Tubuh wanita lebih cenderung menyerap lebih banyak alkohol dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memprosesnya.

2. Tingkatkan Kadar Gula

Pankreas dapat membantu mengatur penggunaan insulin tubuh dan respon terhadap glukosa. Ketika pankreas dan hati Anda tidak berfungsi dengan baik, Anda berisiko mengalami gula darah rendah atau hipoglikemia.

Pankreas yang rusak juga dapat mencegah tubuh memproduksi cukup insulin untuk memanfaatkan gula. Ini dapat menyebabkan hiperglikemia atau terlalu banyak gula dalam darah.

Jika tubuh Anda tidak dapat mengelola dan menyeimbangkan kadar gula darah, Anda mungkin mengalami komplikasi dan efek samping yang lebih besar terkait diabetes.

3. Sistem Pencernaan

Hubungan antara konsumsi alkohol dan sistem pencernaan Anda mungkin tidak langsung terlihat jelas. Efek sampingnya seringkali baru muncul setelah terjadi kerusakan. Dan semakin banyak Anda minum, semakin besar kerusakannya.

Konsumsi minuman beralkohol dapat merusak jaringan di saluran pencernaan dan mencegah usus mencerna makanan serta menyerap nutrisi dan vitamin. Akibatnya bisa terjadi malnutrisi.

4. Kesehatan Seksual dan Reproduksi

Dampak minuman beralkohol bagi kesehatan adalah dapat mengurangi hambatan seksual dan reproduksi. Pria yang minum terlalu banyak lebih cenderung mengalami disfungsi ereksi. Minum alkohol dalam jumlah banyak juga dapat mencegah produksi hormon seks dan menurunkan libido.

Sedangkan wanita yang minum terlalu banyak bisa berhenti menstruasi. Itu membuat mereka berisiko lebih besar mengalami kemandulan. Wanita yang banyak minum alkohol selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi mengalami persalinan prematur, keguguran atau lahir mati.

5. Turunkan Sistem Imunitas

Minum banyak alkohol ternyata bisa mengurangi sistem kekebalan alami tubuh. Hal ini membuat tubuh Anda lebih sulit untuk melawan kuman dan virus yang menyerang.

Orang yang minum alkohol dalam jangka waktu lama juga lebih mungkin mengembangkan pneumonia atau tuberkulosis daripada masyarakat umum. Sekitar 10 persen dari semua kasus tuberkulosis di seluruh dunia terkait dengan konsumsi alkohol.

Dampak dari minuman beralkohol bagi kesehatan juga dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker seperti mulut, payudara dan usus besar.



Simak Video "Waspada Tanda-tanda Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)