Minggu, 15 Nov 2020 17:17 WIB

Ketua PB IDI: Nakes Banyak yang Gugur, Kami Mohon Hindari Kerumunan!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jemaah memadati acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah putri Habib Rizieq Syihab di Petamburan, Sabtu (14/11/2020). Mereka berkerumun tanpa menjaga jarak. Kerumunan tanpa jaga jarak di tengah pandemi COVID-19 (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Kasus penularan COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap harinya. Di antara pasien COVID-19, ada juga tenaga kesehatan yang tak hanya berusaha mengakhiri pandemi Corona, tetapi juga berjuang untuk sembuh dari penyakit mematikan tersebut.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih menyoroti lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi beberapa hari belakangan. Ia meminta agar masyarakat menghindari kegiatan yang menimbulkan penularan dan memicu lonjakan kasus COVID-19.

"Akhir-akhir ini dengan kegiatan kerumunan, penularan semakin banyak. Petugas kesehatan banyak yang tertular dan banyak yang gugur," kata dr Daeng dalam konferensi pers di kanal Youtube BNPB, Minggu (15/11/2020).

Dari data yang dihimpun Tim Mitigasi IDI, per 10 November 2020, sudah ada 159 dokter yang gugur akibat COVID-19. IDI menyebut kondisi tersebut dipengaruhi lonjakan kasus yang terjadi di Indonesia

"Mohon untuk tidak menambah kasus lebih besar, tidak menambah penularan lebih banyak agar petugas kesehatan tidak gugur lebih banyak," ujar dr Daeng.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum IDI dr. M. Adib Khumaidi, SpOT menyebut kasus positif yang terjadi di masyarakat juga berdampak pada lonjakan kasus kesakitan dan kematian tenaga kesehatan akibat COVID-19.

"Garda terdepannya adalah masyarakat. Jangan sampai ada yang sakit, jangan sampai ada yang kritis dan meninggal," sebut dr Adib.



Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)