Selasa, 17 Nov 2020 20:45 WIB

Bio Farma Dapat Izin Darurat Vaksin Polio Pertama dari WHO

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
dr. I Nyoman Kandun, MPH (Direktur Field Epidemiology Training Program (FETP) menajdi pembicara dalam dialog bertema belajar dari sukses vaksin polio di Jakarta, Selasa, 17 November 2020. Foto: KPCPEN
Jakarta -

PT Bio Farma (Persero) telah mendapatkan Emergency Use Listing (UEL) atau izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk vaksin polio nOPV2. Izin tersebut merupakan EUL pertama yang diberikan WHO untuk vaksin.

Menurut Juru Bicara Satgas COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dr. Reisa Broto Asmoro, vaksin baru polio produksi Bio Farma tersebut telah didaftarkan WHO dalam penggunaan darurat di berbagai belahan dunia.

"WHO telah resmi mendaftarkan vaksin polio terbaru produksi Bio Farma dengan sebutan nPOV2 ke dalam daftar penggunaan darurat untuk digunakan di berbagai belahan dunia. Terutama untuk membantu melenyapkan polio di negara-negara Afrika," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/11/2020).

Hal ini ia ungkapkan dalam Dialog 'Perhitungan Rugi-Rugi Kena Penyakit' di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

dr. Reisa menilai produksi vaksin polio ini akan menyelamatkan banyak anak di dunia yang terkena penyakit polio. Sehingga keberadaan vaksin juga diharapkan dapat melenyapkan penyakit polio di dunia.

Sebagai informasi, selain mewabah di Afrika, negara-negara di wilayah Mediterania Timur, Pasifik Barat dan Asia Tenggara juga terkena dampak wabah polio. Mengutip situs resmi WHO, dunia telah membuat kemajuan luar biasa menuju pemberantasan polio dengan mengurangi kasus polio hingga 99,9% dalam 30 tahun terakhir.



Simak Video "WHO Tidak Rekomendasikan Remdesivir Jadi Obat Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)