Senin, 23 Nov 2020 13:00 WIB

Penyemprotan Disinfektan di Sekitar Rumah Habib Rizieq, Efektif Cegah Corona?

Firdaus Anwar - detikHealth
Polisi kembali melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2020). Penyemprotan dilakukan setelah muncul klaster Petamburan pasca serangkaian acara Habib Rizieq Syihab. Aparat melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar kediaman Habib Rizieq Shihab. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Sejak hari Minggu (22/1/2020), aparat melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar rumah Habib Rizieq Shihab (HRS), Petamburan, Jakarta Pusat. Hari ini aparat kembali melakukan penyemprotan, namun gang menuju rumah HRS yang dijaga oleh laskar Front Pembela Islam (FPI) tampak dilewati.

Aksi menyemprot disinfektan di jalan-jalan dan perumahan kerap dilakukan di tengah pandemi virus Corona COVID-19. Ada yang menyebut cara ini bisa membantu mencegah penularan dengan membunuh virus yang kemungkinan ada di lingkungan sekitar.

Terkait hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebetulnya tidak menyarankan aksi penyemprotan disinfektan di tempat luas terbuka. Ini karena disinfektan hanya diperlukan pada permukaan yang sering disentuh untuk mencegah tangan terkontaminasi.

"Penyemprotan dalam skala besar di tempat, seperti jalanan atau pasar, untuk mengendalikan COVID-19 atau patogen lainnya tidak disarankan. Jalanan dan trotoar bukan rute infeksi COVID-19," tulis WHO di situs resminya seperti dikutip pada Senin (23/11/2020).

WHO juga menyebut soal risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan dari paparan langsung disinfektan.

"Menyemprot disinfektan, bahkan di luar ruangan sekalipun, bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada orang-orang karena memicu iritasi atau kerusakan pada mata, saluran napas, dan kulit," pungkas WHO.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)