Senin, 23 Nov 2020 16:45 WIB

Tembus Setengah Juta Kasus Positif, COVID-19 RI Sudah Sampai Puncak?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Upaya mengatasi penyebaran virus Corona terus dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah bantuan pun diberikan guna mempercepat penanganan COVID-19. Tembus setengah juta kasus positif COVID-19, kasus Corona RI sudah sampai puncak? (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Corona di Indonesia per hari ini menembus angka 500 ribu kasus. Sebelas hari berlalu dari 450 ribu kasus hingga hari ini mencatat 502.110 kasus.

Beberapa hari lalu, Indonesia mencatat rekor kasus COVID-19 baru sebanyak 5.444 kasus per 13 November. Penambahan kasus kala itu menjadi yang tertinggi usai sebelumnya rekor kasus baru terjadi di 8 Oktober sebanyak 4.850 kasus.

Bahkan, per Minggu (22/11/2020) kasus harian Corona Indonesia menjadi yang tertinggi di ASEAN dengan mencatat 4.360 kasus. Kasus baru yang terus mencatat angka tinggi, apakah tandanya Indonesia sudah mencapai puncak Corona?

Kepala Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono menyebut secara nasional Indonesia sudah mencapai salah satu puncak Corona saat menyentuh 5 ribu kasus.

"Secara nasional juga masih meningkat, tambahan kasusnya sampai 5 ribu, penambahan yang terbanyak adalah harinya 5 ribu kasus," tegas Miko saat dihubungi detikcom Senin (23/11/2020).

"Artinya puncak terbanyaknya sudah ada, tetapi itu bukan satu-satunya, mungkin akan ada lagi," lanjut Miko.

Namun, tidak bisa diartikan kasus COVID-19 di Indonesia akan segera menurun. Miko menyebut kemungkinan akan ada puncak-puncak lainnya atau catatan rekor kasus COVID-19 di beberapa waktu mendatang.

Pasalnya, menurut Miko, penanganan COVID-19 di Indonesia hingga saat ini masih memiliki banyak catatan. Salah satu yang ditekankan adalah tracing dan isolasi kasus COVID-19.

Selain itu, PSBB lokal yang diterapkan pun menurutnya cenderung tidak efektif, termasuk kedisiplinan masyarakat dalam menjalani protokol COVID-19. Ia menegaskan, wabah COVID-19 yang dihadapi saat ini perlu partisipasi dari semua pihak termasuk masyarakat.

"PSBB lokal tak efektif, semua harusnya ikut berpartisipasi melaksanakan protokol COVID-19. Kalau begitu saya yakin kasus COVID-19 baru menurun," pungkasnya.



Simak Video "Jubir Kemenkes Bicara soal Denda Tolak Vaksin Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)