Selasa, 24 Nov 2020 21:31 WIB

Ganjar Prediksi Akan Ada Lonjakan COVID-19 karena Data Delay

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Salah satu dari 40 destinasi wisata di Jawa Tengah ditutup untuk antisipasi penyebaran virus covid-19 atau corona adalah Lawang Sewu Semarang. Gedung bersejarah itu sepi dan terlihat ada pengumuman di gerbang masuk. Objek wisata Lawang Sewu di Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut melonjaknya data COVID-19 di wilayahnya akibat data delay yang baru diluncurkan. Maka Ganjar memprediksi akan ada lonjakan data kasus COVID beberapa hari ke depan karena data delay tersebut.

"Ternyata angka itu angka delay. Masih sama seperti kemarin. Ada peningkatan, betul, peningkatan tes kita juga betul. Tes kita sudah lebih dari target WHO," kata Ganjar usai rapat penanganan COVID-19 di kantornya, Selasa (24/11/2020).

Ia menjelaskan pihaknya terus berupaya soal data dengan berkomunikasi dengan pusat. Maka dalam beberapa hari ke depan Ganjar memperdiksi akan ada lonjakan angka kasus COVID-19 di Jateng karena data delay akan keluar.

"Maka tadi kami ingin semua clearance data dengan lagi lagi komunikasi dengan pusat. Kalau ada data terlambat tidak apa-apa.. Tinggal tambahkan. Jadi saya sudah hitung beberapa hari ini akan terjadi lonjakan tinggi sekali karena masih ada data delay, bukan data harian. Inilah yang kemarin cek ada tgl 1-10 November ada 809 data yang templekke (dipasang). Ada data 18 nama yang tes Juni belum masuk," jelas Ganjar.

"Data ketlingsut tidak apa-apa tapi kemudian dimasukkan. Sehingga publik tahu. Soal data ini biar bisa cek semua. Kalau data bener, treatmen tidak salah. Kalau data tinggi, semua geger, masyarakat panik seolah sudah seperti itu, tidak," imbuhnya.

Ganjar juga menjelaskan berdasarkan rilis Satgas COVID-19 tercatat penambahan kasus aktif covid di Jateng per Senin (23/11) sebanyak 10.464 orang. Padahal, kasus aktif COVID-19 di Jawa Tengah hingga Selasa (24/11) hanya sebanyak 7.463 kasus.

"Makanya saya kaget, katanya kita paling tinggi. Kita belum sampai ke sana. Bayangkan, bedanya banyak sekali sampai 3.000 data. Kalau besok tiba-tiba dimasukkan dalam rilis angka 3.000 itu, pasti gedhe, pasti meningkat," jelasnya.

Ganjar mengakui lonjakan kasus berasal dari libur panjang akhir Oktober lalu. Klik halaman berikut untuk melanjutkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]